Formula 1, Sportrik Media - Max Verstappen mengungkapkan berbagai masalah yang dialaminya bersama Red Bull Racing setelah akhir pekan yang sulit pada Formula 1 Grand Prix China 2026 di Shanghai International Circuit. Juara dunia empat kali tersebut kembali mengalami kendala teknis yang membuatnya gagal meraih hasil maksimal pada dua seri awal musim.
Untuk pertama kalinya sejak 2018, Verstappen mencatatkan perolehan poin terendah dari dua grand prix pembuka musim. Ia sebelumnya finis keenam di Grand Prix Australia sebelum akhirnya gagal finis di China setelah mengalami masalah teknis pada mobilnya.

Di Shanghai, Verstappen sebenarnya memulai balapan dari posisi kedelapan. Namun masalah besar terjadi sejak fase start ketika mobilnya kehilangan tenaga, membuatnya langsung turun hingga posisi ke-16 pada lap pembuka.

Meski berhasil melakukan pemulihan dan sempat kembali ke posisi keenam, balapan Verstappen akhirnya berakhir pada lap ke-45 dari total 56 lap akibat masalah pendinginan sistem ERS. Hasil tersebut membuatnya berada di posisi kedelapan klasemen sementara pembalap dengan delapan poin, tertinggal 43 poin dari pemimpin klasemen George Russell.
Verstappen menjelaskan bahwa masalah pada start mobilnya musim ini berkaitan dengan kurangnya tenaga dari sistem baterai.
“Di Melbourne saya tidak memiliki baterai, dan di sini masalahnya sama. Saya tidak punya tenaga. Begitu saya melepas kopling, mesin tidak memberikan tenaga,” kata Verstappen kepada media termasuk RacingNews365.
Selain masalah pada start, Verstappen juga mengungkapkan bahwa mobil RB22 mengalami berbagai kendala performa sepanjang balapan di Shanghai.
“Start jelas menjadi masalah besar, sama seperti kemarin pada sprint. Sisa balapan juga sama seperti kemarin, banyak graining pada ban. Saya tidak bisa mendorong mobil, kecepatannya buruk, keseimbangan mobil juga buruk. Ini benar-benar akhir pekan yang sangat buruk bagi kami.”
Performa Red Bull pada dua seri awal musim ini juga bertolak belakang dengan hasil uji coba pramusim di Bahrain. Saat itu banyak tim rival menilai Red Bull masih menjadi salah satu kandidat terkuat untuk memperebutkan kemenangan.
Namun Verstappen mengaku sudah menyadari sejak awal bahwa performa mobilnya belum cukup kompetitif untuk menantang Mercedes, Ferrari, maupun McLaren.
“Kalian mungkin tidak tahu, tetapi saya tahu. Saya tidak pernah merasa kami benar-benar dekat dengan Mercedes atau Ferrari, dan akhir pekan ini bahkan jauh lebih buruk.”
Verstappen juga mengakui sulit untuk menentukan posisi Red Bull dalam peta persaingan saat ini, terutama karena banyak tim masih terus mengembangkan mobil mereka pada fase awal musim.
“Sulit untuk mengatakan di mana posisi kami sekarang. Tidak mengejutkan bagi saya bahwa kami tidak dekat dengan Mercedes, Ferrari, atau McLaren, tetapi akhir pekan ini memang sangat buruk.”
Pembalap Belanda tersebut berharap Red Bull dapat menunjukkan peningkatan performa pada balapan berikutnya di Jepang. Ia juga menekankan pentingnya pengembangan mobil dalam beberapa minggu mendatang untuk memperkecil jarak dengan tim-tim rival.
“Saya tentu berharap kami bisa sedikit lebih kompetitif di Jepang. Setelah itu kami memiliki beberapa minggu untuk menambahkan performa pada mobil.”
“Namun pada saat yang sama tim lain juga akan melakukan hal yang sama. Situasi saat ini jelas bukan posisi yang kami inginkan.”
Verstappen menegaskan bahwa seluruh tim Red Bull saat ini bekerja keras untuk memperbaiki performa mobil dan mengatasi berbagai masalah teknis yang muncul pada awal musim Formula 1 2026.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!