Marc Marquez tidak pernah kehilangan panggung. Di tengah euforia Aprilia menyambut balapan kandang di Misano, pembalap Ducati itu justru menjadi penghalang utama ambisi pabrikan Noale untuk meraih kemenangan di depan pendukung sendiri. Balapan yang secara resmi bernama Grand Prix San Marino ini memang digelar di Sirkuit Misano World Circuit Marco Simoncelli, hanya beberapa jam dari markas Ducati dan Aprilia. Tak heran jika tensi rivalitas keduanya memanas.
Persaingan gelar MotoGP 2026 musim ini berjalan sangat ketat. Aprilia mendominasi di Assen dan Silverstone, sementara Ducati bangkit di Sachsenring dan Aragon. Kini, menjelang putaran ke-14, hanya 24 poin memisahkan Jorge Martin (Aprilia), Marc Marquez (Ducati), dan Marco Bezzecchi (Aprilia) di puncak klasemen. Setiap poin begitu berharga, terutama di balapan yang sarat gengsi ini.
Jumat menjadi cerminan betapa tipisnya selisih antara kedua pabrikan. Di FP1, Marquez hanya unggul 0,060 detik atas Bezzecchi. Namun, pada sesi Practice sore, Bezzecchi membalas dengan catatan 1:30,144, unggul 0,103 detik dari Marquez. Menariknya, karakter sirkuit Misano yang memiliki kombinasi tikungan cepat dan area stop-and-go justru menguntungkan kedua motor dengan cara berbeda. Aprilia RS-GP unggul di sektor pertama dan ketiga, sementara Ducati Desmosedici lebih kuat di sektor terakhir yang menuntut pengereman dan traksi.

Ducati memang belum terkalahkan di Misano sejak 2020. Tahun lalu, Marquez berhasil menaklukkan Bezzecchi dalam duel sengit yang menjadi tonggak kebangkitan Aprilia sebagai penantang gelar. Namun, rekor itu kini berada di ujung tanduk. Aprilia datang dengan paket yang lebih matang, dan Bezzecchi dalam performa terbaiknya. Ditambah lagi, Martin yang konsisten menjadi ancaman.
Bagi Marquez, Misano bukan hanya ujian bagi kecepatan, tetapi juga fisik. Ia sempat mengunggah foto di media sosial yang menunjukkan kondisi lengannya setelah tujuh operasi besar. Tujuannya untuk menghentikan pertanyaan berulang tentang kebugarannya. Namun, sirkuit Misano dengan tikungan kanan cepat di tengah lap akan menguji batas kemampuannya, seperti yang terjadi tahun lalu ketika ia masih dalam proses pemulihan. Meski demikian, Marquez tetap menjadi ancaman. Ia mungkin tidak sekuat di Aragon, tetapi kelasnya sebagai juara dunia delapan kali tidak bisa diremehkan.
Di balik duel Marquez vs Aprilia, ada juga nama-nama lain yang siap mencuri perhatian. Pedro Acosta dari KTM menunjukkan kecepatan di sesi Practice dengan menempati posisi keenam, hanya terpaut 0,344 detik. Sementara itu, Luca Marini dari Honda mengejutkan dengan posisi ketujuh, mencerminkan kemajuan Honda di musim ini. Fabio Quartararo dari Yamaha masih kesulitan dan hanya berada di peringkat 16.
Dengan hanya selisih tipis, strategi dan konsistensi akan menjadi kunci. Aprilia ingin memberikan kemenangan kandang kedua setelah Mugello, tetapi Marquez dan Ducati punya motivasi besar untuk mempertahankan dominasi di Misano. Balapan akhir pekan ini diprediksi berlangsung sengit hingga tikungan terakhir.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!