Marc Marquez dari Ducati Lenovo Team terus mendominasi MotoGP 2025, meraih 12 kemenangan sprint dari 13 balapan dan kemenangan utama di Austria. Keunggulannya kini 142 poin atas Alex Marquez. Namun, kecelakaan di kualifikasi Austria menunjukkan kerentanannya, meningkatkan tekanan untuk konsistensi menjelang sisa musim.
Marquez, pemimpin klasemen dengan 381 poin sebelum Austria, menambah poin dengan kemenangan gemilang di Red Bull Ring, sirkuit yang belum pernah ia menangi sebelumnya. Total 12 kemenangan sprint dan 9 kemenangan Grand Prix menegaskan performa luar biasanya bersama Ducati. Meski begitu, crash di kualifikasi Austria menjadi pengingat bahwa kesalahan bisa terjadi, terutama di bawah tekanan persaingan ketat dari pembalap seperti Pecco Bagnaia dan rookie Fermin Aldeguer.

Dengan sembilan balapan tersisa, termasuk putaran baru di Balaton Park, Hongaria, Marquez menghadapi ujian besar. Sirkuit baru ini, dengan karakteristik teknis yang belum dikenal, berpotensi mengacaukannya. “Saya belum sepenuhnya puas, tapi saya sudah banyak berduel,” kata Marquez, menunjukkan kesadaran akan kebutuhan untuk tetap fokus. Tekanan kini meningkat untuk menjaga performa sempurna, terutama dengan ancaman dari pembalap muda seperti Aldeguer, yang menunjukkan kecepatan menjanjikan di Austria, finis keenam di kualifikasi.
Paddock mulai berspekulasi apakah Marquez bisa mengunci gelar kesembilan lebih awal, mungkin di Indonesia atau Motegi. Namun, konsistensi akan menjadi kunci, mengingat Aprilia dengan Marco Bezzecchi dan KTM dengan Pedro Acosta terus menekan. Bagnaia, meski tertinggal, tetap menjadi ancaman di sirkuit favoritnya. Analisis menunjukkan Marquez harus menghindari kesalahan seperti di Austria untuk mempertahankan dominasinya.
Dengan keunggulan poin yang signifikan, Marquez berada di jalur untuk gelar. Namun, sirkuit baru dan persaingan ketat menuntut fokus maksimal. Untuk pembaruan MotoGP terkini, kunjungi SPORTRIK.
| POS | FOTO | RIDER / TEAM | PTS |
|---|---|---|---|
|
1
|
|
Marco Bezzecchi
Aprilia Racing
|
128 |
|
2
|
|
Jorge Martin
Aprilia Racing
|
127 |
|
3
|
|
Fabio Di Giannantonio
Pertamina Enduro VR46 Racing Team
|
84 |
|
4
|
|
Pedro Acosta
Red Bull KTM Factory Racing
|
83 |
|
5
|
|
Ai Ogura
Trackhouse MotoGP Team
|
67 |
|
6
|
|
Raul Fernandez
Trackhouse MotoGP Team
|
62 |
|
7
|
|
Marc Marquez
Ducati Lenovo Team
|
57 |
|
8
|
|
Alex Marquez
BK8 Gresini Racing MotoGP
|
55 |
|
9
|
|
Francesco Bagnaia
Ducati Lenovo Team
|
43 |
|
10
|
|
Enea Bastianini
Red Bull KTM Tech3
|
39 |
| POS | FOTO | CONSTRUCTOR | PTS |
|---|---|---|---|
|
1
|
|
Aprilia
|
162 |
|
2
|
|
Ducati
|
128 |
|
3
|
|
KTM
|
96 |
|
4
|
|
Honda
|
49 |
|
5
|
|
Yamaha
|
29 |
Marc Marquez dari Ducati Lenovo Team terus mendominasi MotoGP 2025, meraih 12 kemenangan sprint dari 13 balapan dan kemenangan utama di Austria. Keunggulannya kini 142 poin atas Alex Marquez. Namun, kecelakaan di kualifikasi Austria menunjukkan kerentanannya, meningkatkan tekanan untuk konsistensi menjelang sisa musim.
Marquez, pemimpin klasemen dengan 381 poin sebelum Austria, menambah poin dengan kemenangan gemilang di Red Bull Ring, sirkuit yang belum pernah ia menangi sebelumnya. Total 12 kemenangan sprint dan 9 kemenangan Grand Prix menegaskan performa luar biasanya bersama Ducati. Meski begitu, crash di kualifikasi Austria menjadi pengingat bahwa kesalahan bisa terjadi, terutama di bawah tekanan persaingan ketat dari pembalap seperti Pecco Bagnaia dan rookie Fermin Aldeguer.

Dengan sembilan balapan tersisa, termasuk putaran baru di Balaton Park, Hongaria, Marquez menghadapi ujian besar. Sirkuit baru ini, dengan karakteristik teknis yang belum dikenal, berpotensi mengacaukannya. “Saya belum sepenuhnya puas, tapi saya sudah banyak berduel,” kata Marquez, menunjukkan kesadaran akan kebutuhan untuk tetap fokus. Tekanan kini meningkat untuk menjaga performa sempurna, terutama dengan ancaman dari pembalap muda seperti Aldeguer, yang menunjukkan kecepatan menjanjikan di Austria, finis keenam di kualifikasi.
Paddock mulai berspekulasi apakah Marquez bisa mengunci gelar kesembilan lebih awal, mungkin di Indonesia atau Motegi. Namun, konsistensi akan menjadi kunci, mengingat Aprilia dengan Marco Bezzecchi dan KTM dengan Pedro Acosta terus menekan. Bagnaia, meski tertinggal, tetap menjadi ancaman di sirkuit favoritnya. Analisis menunjukkan Marquez harus menghindari kesalahan seperti di Austria untuk mempertahankan dominasinya.
Dengan keunggulan poin yang signifikan, Marquez berada di jalur untuk gelar. Namun, sirkuit baru dan persaingan ketat menuntut fokus maksimal. Untuk pembaruan MotoGP terkini, kunjungi SPORTRIK.
| POS | FOTO | RIDER / TEAM | PTS |
|---|---|---|---|
|
1
|
|
Marco Bezzecchi
Aprilia Racing
|
128 |
|
2
|
|
Jorge Martin
Aprilia Racing
|
127 |
|
3
|
|
Fabio Di Giannantonio
Pertamina Enduro VR46 Racing Team
|
84 |
|
4
|
|
Pedro Acosta
Red Bull KTM Factory Racing
|
83 |
|
5
|
|
Ai Ogura
Trackhouse MotoGP Team
|
67 |
|
6
|
|
Raul Fernandez
Trackhouse MotoGP Team
|
62 |
|
7
|
|
Marc Marquez
Ducati Lenovo Team
|
57 |
|
8
|
|
Alex Marquez
BK8 Gresini Racing MotoGP
|
55 |
|
9
|
|
Francesco Bagnaia
Ducati Lenovo Team
|
43 |
|
10
|
|
Enea Bastianini
Red Bull KTM Tech3
|
39 |
| POS | FOTO | CONSTRUCTOR | PTS |
|---|---|---|---|
|
1
|
|
Aprilia
|
162 |
|
2
|
|
Ducati
|
128 |
|
3
|
|
KTM
|
96 |
|
4
|
|
Honda
|
49 |
|
5
|
|
Yamaha
|
29 |
Read Also
Fabio di Giannantonio insists there was nothing personal behind his late overtake and glance toward Pedro Acosta at the 2026 French MotoGP.
Jorge Martin admits he is prepared for a difficult Catalan MotoGP weekend despite arriving after Aprilia’s dominant Le Mans victory.
Subscribe Newsletter
Get the latest racing news updates directly to your email.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!