Akhir pekan penuh drama kembali dialami oleh Lewis Hamilton dalam seri balapan Formula 1 yang berlangsung sengit di sirkuit Interlagos. Memulai jalannya balapan dari barisan belakang akibat pergantian komponen mesin baru, juara dunia tujuh kali asal Inggris tersebut sempat membuat publik tertegun lewat aksi cemerlangnya di tikungan pembuka. Mengendarai mobil Scuderia Ferrari, ia secara luar biasa melesat dan langsung merangsek naik hingga posisi kesembilan saat melintasi garis start pada lap pertama.
Kendati demikian, momentum positif tersebut gagal dimanfaatkan secara maksimal oleh kubu Kuda Jingkrak seiring berjalannya lomba. Alih-alih bertarung di barisan depan, Hamilton justru harus merelakan posisinya direbut oleh pembalap muda didikan Ferrari yang membela tim Haas, yakni Oliver Bearman. Insiden tersebut terjadi setelah pengawas balapan menginvestigasi aksi Hamilton yang terpaksa melakukan tindakan penyelamatan dengan melibas area luar lintasan demi menghindari hukuman penalti berat dari steward.
Permasalahan pelik terkait kompon ban kembali menjadi batu sandungan utama bagi pembalap bernomor mobil 44 tersebut sepanjang akhir pekan. Diskusi sengit melalui sambungan radio antara sang pembalap dan pit wall pun tak terhindarkan, terutama menyangkut ketepatan waktu dalam melakukan pergantian jenis ban di tengah kondisi cuaca trek yang berubah-ubah dengan cepat. Hamilton sempat menjadi salah satu pendukung awal agar tim segera menariknya masuk ke pit untuk mengganti ban intermediate ke kompon slick beralur kering.

"Awal balapan saya sangat fenomenal," ungkap Hamilton usai merampungkan perjuangannya di Brasil. "Sayangnya, ini adalah hari di mana kami mengalami masalah besar dengan ban. Pada awalnya sangat rumit untuk membawa ban tersebut ke jendela suhu yang tepat, dan kemudian ban belakang mengalami degradasi jauh lebih cepat dari perkiraan, yang membuat mobil mengalami oversteer parah."
Lebih lanjut, pembalap asal Inggris itu menceritakan detik-detik menegangkan ketika dirinya nyaris kehilangan kendali atas mobilnya akibat salah memperhitungkan kondisi permukaan trek yang mendadak diguyur hujan tambahan. Ia memilih mengabaikan instruksi masuk pit sesaat karena tengah sibuk melancarkan tekanan terhadap pembalap lain, yang nyaris berujung pada bencana besar di Tikungan 1.
"Saya sedang bertarung dengan Lawson dan berniat menyusulnya, lalu instruksi pit stop tiba. Karena saya sedang dalam posisi menyerang, saya memutuskan tetap berada di luar, dan seketika kondisi trek menjadi sangat licin akibat hujan yang bertambah lebat di tikungan pertama. Saya nyaris berputar dan merasa sangat beruntung tidak mendarat di tembok pembatas," tutur Hamilton.
Menutup rangkaian balapan yang melelahkan ini, Hamilton menegaskan bahwa skuad Maranello secara keseluruhan memang kekurangan kecepatan murni di Interlagos. Fokus utama tim kini sepenuhnya dialihkan untuk mengamankan posisi runner-up di klasemen kejuaraan dunia konstruktif dari ancaman para rival pada sisa kalender balap musim ini.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!