Charles Leclerc dipastikan tampil tanpa unit tenaga (PU) spesifikasi terbaru Ferrari pada Grand Prix Spanyol di Madrid akhir pekan ini. Keputusan tersebut diambil menyusul kekhawatiran bahwa mesin Ferrari miliknya mengalami kerusakan akibat kecelakaan hebat di Monza pekan lalu.
Insiden yang dimaksud terjadi pada putaran kedua GP Italia, ketika Leclerc kehilangan kendali atas SF-26 di tikungan cepat Parabolica dan menghantam pembatas dengan keras. Meski pembalap Monako itu relatif tidak terluka, tim memilih pendekatan konservatif dengan mengembalikan mesin lama ke mobilnya.
Menurut informasi yang dilansir dari Crash.net, Leclerc akan menggunakan PU Ferrari spesifikasi lama, sementara rekan setimnya, Lewis Hamilton, tetap mengandalkan mesin ADUO2 terbaru. Kondisi ini membuat Leclerc berpotensi kehilangan tenaga dibanding Hamilton, meskipun sirkuit Madring yang memiliki 22 tikungan tidak sebergantung pada performa mesin seperti Monza.

Pada sesi latihan bebas pertama, dampak kekurangan tenaga itu tampak tidak signifikan. Leclerc justru mencatat waktu tercepat ketiga, mengungguli Hamilton, dan hanya terpaut dari duo Mercedes, George Russell dan pemimpin klasemen Andrea Kimi Antonelli.
Leclerc memberikan keterangan kepada media pada Kamis mengenai efek kecelakaan yang dialaminya. Ia mengaku sempat merasakan kekakuan dan nyeri leher pada Senin, tetapi masalah penglihatan hanya berlangsung singkat. "Saya merasa leher sedikit kaku, tetapi sekarang saya baik-baik saja," ujarnya. "Semua pemeriksaan yang saya jalani hasilnya baik."
Keputusan menggunakan mesin lama ini juga mencerminkan kehati-hatian Ferrari dalam mengelola jatah komponen power unit di tengah musim yang panjang. Meskipun demikian, performa Leclerc di FP1 menunjukkan bahwa ia masih kompetitif, dan tim akan terus memantau kondisi mesin yang terdampak crash.
Dengan sirkuit Madrid yang lebih mengutamakan keseimbangan sasis dan downforce, kekurangan tenaga Leclerc mungkin tidak terlalu terasa. Namun, jika ia berhasil tampil kuat, ini akan menjadi bukti tambahan akan kualitasnya sebagai pembalap. Sementara itu, Hamilton dengan mesin barunya berpotensi memiliki keunggulan di trek lurus, yang bisa menjadi faktor penentu dalam kualifikasi dan balapan.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!