Liam Lawson menyelesaikan hari Jumat di Sirkuit Madring dengan keyakinan bahwa masih ada ruang untuk perbaikan. Pembalap Selandia Baru itu menuntaskan 26 lap di FP1 sebelum menambah 21 lap di sesi kedua, mencatatkan waktu terbaik 1m34.938s—meningkat dari 1m35.539s di sesi pagi. Meski belum mampu menantang posisi terdepan, Lawson menunjukkan progres yang solid di sirkuit baru yang menantang ini.
Di FP1, Lawson tertinggal 1.462 detik dari George Russell yang tercepat, namun di FP2 ia berhasil memangkas selisihnya menjadi 1.276 detik dari Kimi Antonelli. Dengan semua pembalap yang baru pertama kali menginjakkan kaki di Madring, Lawson menegaskan bahwa membangun kepercayaan diri adalah prioritas utama sepanjang hari, bukan langsung mengejar batas maksimal.
"Bagi kami semua, Madring sangat berbeda dan butuh lebih banyak waktu untuk terbiasa dibandingkan sirkuit yang sudah sering kami datangi," ujar Lawson. "Sirkuit ini sangat menarik, sangat cepat di banyak tempat, dan komitmennya tinggi. FP1 adalah tentang membangun rasa."

Ia juga menambahkan bahwa kondisi trek terus membaik seiring banyaknya lap yang dilalui para pembalap. "Trek menjadi jauh lebih cepat karena belum pernah dilalui seperti yang kami lakukan sekarang, banyak karet menempel, dan itu membuatnya semakin cepat. Setelah FP2, jelas masih ada waktu yang bisa dicari."
Sesi kedua Lawson sedikit terganggu oleh masalah pada RB22 miliknya di akhir sesi, namun Red Bull mampu mengatasinya. Ia mengaku tetap tenang dan fokus pada tujuan akhir pekan. "Tujuan utama selama akhir pekan adalah mencoba melakukan sebanyak mungkin lap di latihan dan siap untuk kualifikasi. Kami mungkin menyisakan sedikit margin saat beradaptasi, tapi semuanya terasa oke sejauh ini. Kami akan mencoba menyempurnakannya semalam dan tampil lebih kuat besok menjelang kualifikasi."
Rekan setimnya, Max Verstappen, finis di depan Lawson di kedua sesi—kelima di FP1 dan keenam di FP2 dengan selisih 0.401 detik dari Antonelli. Juara dunia empat kali itu juga merasakan kemajuan, namun menekankan masih ada pekerjaan rumah terkait kecepatan murni dan performa ban. "Kedua sesi hari ini tidak terlalu buruk. Kami selalu berusaha mencari kecepatan ekstra dan memahami ban lebih baik. Semuanya tentang membangun kepercayaan diri, terutama di trek baru, dan saya merasa kami mendapatkan kecepatan lap demi lap. Selalu ada hal kecil yang bisa disesuaikan, dikerjakan, dan ditingkatkan, dan itulah gunanya malam ini."
Direktur teknis Red Bull, Pierre Wache, mengungkapkan bahwa tim telah melakukan perubahan setup signifikan di antara kedua sesi. Karakteristik Madring ternyata berbeda dari simulasi, dengan grip mekanis dan kenyamanan berkendara yang lebih menantang, ban yang lebih cepat terkelupas, dan permukaan trek yang lebih bergelombang. Meski demikian, Wache terkesan dengan performa long run dan manajemen ban tim. "Long run cukup kompetitif, dan manajemen ban kami cukup baik, jadi ada beberapa hal positif," pungkasnya, memberi sinyal bahwa Red Bull belum kehabisan cara untuk bersaing di sisa akhir pekan.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!