Lando Norris meraih kemenangan pertamanya sebagai juara dunia bertahan dalam Grand Prix F1 Hungaria 2026 setelah insiden antara Oscar Piastri dan backmarker mengubah perebutan posisi terdepan.
Norris memimpin selepas Tikungan 1, tetapi kesalahan kecil di Tikungan 2 memberi Piastri kesempatan mengambil alih posisi pertama. Pembalap Australia itu kemudian mengontrol fase pembuka, sementara dua mobil McLaren secara bertahap menjauh dari Max Verstappen dan Lewis Hamilton.
Hamilton, yang memulai balapan menggunakan ban soft, memicu rangkaian pit stop pada lap ke-13 dan sempat menyalip Verstappen melalui undercut. Namun, Verstappen segera merebut kembali posisi tersebut melalui pengereman terlambat di Tikungan 1.

Setelah pit stop pertama, Piastri tetap berada di depan Norris. Situasi berubah ketika Norris kembali mendekati rekan setimnya setelah sempat melebar di Tikungan 4 pada lap ke-29. Ia kemudian meminta kesempatan melewati Piastri atau mendapat prioritas pit stop karena merasa memiliki kecepatan lebih tinggi.
McLaren tetap memanggil Piastri lebih dahulu untuk pit stop kedua pada akhir lap ke-33. Ia kembali ke lintasan di posisi kelima dan harus melewati lalu lintas pembalap yang belum menyelesaikan strategi mereka.
Titik balik balapan terjadi pada lap ke-39 ketika Piastri mendekati Oliver Bearman dan Carlos Sainz yang sedang bertarung. Mobil Williams milik Sainz bergerak melintasi jalur Piastri di Tikungan 2, menyebabkan kontak dan membuat pembalap McLaren itu hampir kehilangan kendali.
Insiden tersebut menghabiskan beberapa detik penting bagi Piastri. Norris segera masuk pit pada akhir lap yang sama dan kembali ke lintasan tepat di depan rekan setimnya untuk mengambil net lead Grand Prix.
Norris kemudian melewati Kimi Antonelli, yang menjalankan strategi berbeda, untuk mengambil posisi pertama secara langsung. Ia mulai membangun jarak sesuai keyakinannya bahwa kecepatan balapnya lebih kuat pada stint terakhir.
Peluang Piastri untuk membalas berakhir pada lap ke-56 setelah gearbox mobilnya mengalami kerusakan. Kegagalan teknis tersebut memaksanya berhenti dan memicu virtual safety car, sekaligus menghapus peluang McLaren mengamankan finis satu-dua.
Periode VSC memberikan kesempatan kepada Norris, Hamilton, dan Charles Leclerc untuk melakukan pit stop dengan kerugian waktu lebih kecil. Norris tetap memegang kendali ketika balapan dilanjutkan, sementara Hamilton sempat berada di depan Antonelli sebelum mengembalikan posisi setelah duel di pintu keluar pit.
Norris akhirnya menyelesaikan 70 lap dengan keunggulan 15,080 detik atas Verstappen. Antonelli mengamankan podium ketiga setelah mempertahankan posisinya dari tekanan Hamilton pada fase akhir.
Hamilton melintasi garis finis di posisi keempat, tetapi penalti lima detik akibat melampaui batas kecepatan pit lane menurunkannya ke urutan kelima. Hukuman tersebut mengangkat Leclerc ke posisi keempat dalam klasifikasi akhir.
Isack Hadjar finis keenam, sedangkan George Russell bangkit ke posisi ketujuh setelah mengalami start buruk dan turun ke belakang rombongan akibat sistem anti-stall. Liam Lawson, Nico Hulkenberg, dan Arvid Lindblad melengkapi zona poin.
Posisi kesembilan Hulkenberg menjadi poin pertamanya musim ini bersama Audi. Di belakangnya, Gabriel Bortoleto menjadi pembalap pertama di luar 10 besar.
Selain Piastri, kedua pembalap Cadillac juga gagal finis. Sergio Perez mengalami masalah suspensi, sementara Valtteri Bottas berhenti setelah rem depan mobilnya terbakar.
Kemenangan di Hungaroring memberikan Norris momentum penting menjelang jeda musim panas. Namun, kegagalan Piastri setelah sempat memimpin memperlihatkan bagaimana strategi, lalu lintas backmarker, dan reliabilitas dapat mengubah arah balapan dalam hitungan lap.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!