Takamoto Katsuta langsung mencuri perhatian di shakedown Rally Chile dengan catatan waktu tercepat, unggul 2,4 detik atas Adrien Fourmaux dari Hyundai. Sesi pemanasan yang berlangsung di lintasan sepanjang 3,5 mil itu menjadi panggung pembalap Toyota untuk menunjukkan tajinya setelah dua pekan lalu mengalami mimpi buruk di Paraguay.
Di Paraguay, Katsuta dua kali terjun bebas dalam tiga hari, dan yang terakhir membuat co-driver Aaron Johnston patah tulang selangka. Johnston pun absen di Chile, digantikan James Fulton. Meski dengan navigator baru, Katsuta langsung nyetel. Ia sempat tertinggal pada run pertama, di mana juara dunia bertahan Sebastien Ogier mencatat waktu terbaik. Namun pada run kedua, Katsuta melesat ke puncak dan tak terkejar.
Fourmaux, yang masih berburu kemenangan perdananya di WRC, memimpin barisan Hyundai di posisi kedua, hanya 0,1 detik lebih cepat dari Sami Pajari. Pajari sendiri sedang dalam momentum emas: ia berpeluang memenangi event WRC keempat secara beruntun di Chile. Rekan senegaranya, Esapekka Lappi, mencatat waktu terbaik yang sama dengan Pajari, tetapi ia kehilangan lebih dari setengah menit pada run pertama setelah bagian belakang Hyundai-nya menyenggol tanggul dan tak mampu mengoreksi slide. Lappi butuh empat kali percobaan di shakedown, lebih banyak dari pembalap lain.

Thierry Neuville, rekan setim Lappi, berada di posisi kelima dengan selisih 2,8 detik dari Katsuta, sementara Ogier harus puas di urutan keenam, terpaut 0,1 detik dari Neuville. Bagi Ogier, shakedown mungkin bukan prioritas, tapi selisih ini menunjukkan bahwa persaingan di Chile akan ketat.
Di kubu M-Sport, Jon Armstrong menjadi yang tercepat di antara dua pembalap, menempati posisi ketujuh. Ia berjanji akan tampil terukur demi meraih finis solid. Rekan setimnya, Josh McErlean, tertinggal 0,9 detik di posisi kedelapan. Sementara itu, Oliver Solberg dan pemimpin klasemen WRC Elfyn Evans melengkapi 10 besar, dengan Evans tertinggal 10,2 detik dari Katsuta.
Shakedown memang tidak menentukan segalanya, tetapi performa Katsuta memberi sinyal bahwa ia siap bangkit dari keterpurukan. Dengan Fulton di kursi navigator, adaptasi menjadi kunci. Jika ia bisa mempertahankan kecepatan ini di lintasan berkerikil Chile yang keras, bukan tidak mungkin ia akan menjadi ancaman serius di akhir pekan.
Rally Chile akan menjadi ujian mental dan teknis bagi semua pembalap. Bagi Katsuta, ini kesempatan untuk membuktikan bahwa ia mampu tampil konsisten tanpa insiden. Bagi Fourmaux, ini peluang emas untuk akhirnya naik podium tertinggi. Dan bagi Pajari, sejarah menanti: empat kemenangan beruntun di WRC adalah prestasi langka. Semua mata akan tertuju ke lintasan saat lampu hijau menyala.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!