SPONSORED

Jorge Martin Akui Nyaris Batalkan Keberangkatan ke Qatar Akibat Cedera Pergelangan Tangan

Notifikasi
Ifan Apriyana
Ifan Apriyana
0 Google Add us as preferred source
Jorge Martin Akui Nyaris Batalkan Keberangkatan ke Qatar Akibat Cedera Pergelangan Tangan
TO NEWS OVERVIEW
© Gold & Goose

Pembalap andalan Aprilia Racing, Jorge Martin, mengungkapkan bahwa dirinya sempat berada dalam keraguan besar untuk melakukan perjalanan ke Sirkuit Lusail jelang putaran balap akhir pekan ini akibat cedera serius yang membelenggunya. Sang juara dunia bertahan harus menepi di seri sebelumnya setelah mengalami kecelakaan high-side yang mengakibatkan keretakan tulang pada pergelangan tangan kanannya saat melakoni sesi Tissot Sprint di Phillip Island, Australia. Kondisi fisik yang belum sepenuhnya pulih sempat membuatnya mempertimbangkan opsi untuk membatalkan penerbangan ke Timur Tengah demi menjalani pemulihan total di rumah.

Meskipun dihantam rasa sakit yang luar biasa sepanjang akhir pekan di Qatar, pembalap asal Spanyol berjuluk Martinator tersebut sukses mencatatkan hasil heroik dengan finis di posisi ketiga pada sesi Sprint dan mengamankan peringkat ketujuh pada balapan utama hari Minggu. Tambahan poin krusial tersebut memastikan bahwa perebutan gelar juara dunia musim ini masih tetap terbuka secara matematis dan harus ditentukan hingga seri berikutnya di Portimao. Saat ini, ia masih tertinggal dalam perolehan klasemen dari sang pemuncak, Marc Marquez, dengan selisih 60 poin menjelang dua seri pamungkas.

Menilai jalannya balapan utama di Lusail, sang pembalap mengakui bahwa masalah pada pergelangan tangannya mulai memuncak ketika balapan memasuki paruh kedua. Ia merasa bahwa potensi motornya sebenarnya mampu berbicara jauh lebih kompetitif seandainya ia tidak terkendala hasil kualifikasi yang kurang maksimal di posisi kesebelas. Perjuangan keras di atas lintasan sempat membuatnya hampir menyerah secara mental saat balapan menyisakan belasan putaran terakhir akibat rasa nyeri yang menguras energi fisiknya secara drastis.

Marco Bezzecchi Dominates in Qatar As Exhausted Marc Marquez Fights for Vital Podium
Read AlsoMarco Bezzecchi Dominates in Qatar As Exhausted Marc Marquez Fights for Vital Podium

Dalam komentarnya usai balapan, sang pembalap menyatakan bahwa ia sempat hampir mengendurkan tempo balap karena kelelahan ekstrem sebelum akhirnya melihat posisi pembalap lain di depannya. "Saya sempat merasa ingin menyerah dan mengendurkan ritme setelah melewati dua belas atau tiga belas lap karena rasa sakit yang begitu hebat," ujarnya. "Namun, ketika saya melihat jarak dengan pembalap lain di depan, saya berkata pada diri sendiri untuk tidak menyerah dan terus mendorong hingga garis finis sebelum akhirnya bisa beristirahat penuh pekan depan."

ADVERTISEMENT

Menatap dua seri terakhir yang krusial di kalender MotoGP, fokus utamanya kini bukan lagi semata-mata mengejar defisit poin di klasemen kejuaraan dunia. Prioritas mutlaknya adalah memulihkan kondisi fisik hingga mencapai kebugaran seratus persen agar bisa kembali kompetitif di atas lintasan bersama pabrikan asal Noale tersebut. Dirinya bertekad untuk memanfaatkan waktu jeda singkat demi menjalani terapi intensif dan menikmati sisa balapan tanpa beban perebutan gelar.

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU