WRC, Sportrik Media - Jon Armstrong dari tim M-Sport Ford kembali menunjukkan kecepatan kompetitif pada Safari Rally Kenya 2026, meskipun mengalami insiden teknis yang menghambat lajunya pada etape Jumat.
Performa Armstrong kembali menarik perhatian prinsipal tim Richard Millener. Dalam reli ketiganya menggunakan mobil Ford Puma Rally1, pembalap Irlandia Utara itu secara konsisten memperlihatkan kecepatan yang melampaui ekspektasi internal tim.
Pada dua reli sebelumnya musim ini, Armstrong juga mencatatkan performa solid. Ia sempat berada di posisi ketiga pada Rallye Monte Carlo, sebelum melanjutkan progres dengan mencetak waktu empat besar dalam salah satu special stage di Rally Sweden dan finis di posisi kedelapan secara keseluruhan.

Namun reli di Kenya menghadirkan tantangan berbeda. Karakter lintasan khas Afrika yang kasar akhirnya berdampak pada mobil #95 ketika Armstrong mengalami kerusakan pada komponen suspensi, termasuk compression strut dan driveshaft belakang. Bersama navigatornya Shane Byrne, Armstrong terpaksa menghentikan mobil di stage dan menghabiskan sekitar 24 menit untuk memperbaiki suspensi sebelum melanjutkan lomba.
Millener menilai kecepatan Armstrong tetap menjadi indikator positif bagi program pengembangan pembalap muda M-Sport.
“Kami sekarang menonton stage dan berharap Jon bisa bertarung dengan Thierry Neuville, Adrien Fourmaux, Sami Pajari, dan Takamoto Katsuta — dan dia benar-benar melakukannya. Itu luar biasa jika mengingat dia mungkin baru menjalani sekitar 35 stage dengan mobil Rally1,” ujar Millener kepada DirtFish.
Sebelum insiden tersebut, Armstrong sempat berada di posisi kedelapan klasemen sementara reli, bahkan unggul atas Esapekka Lappi dan hanya terpaut 4,3 detik dari Adrien Fourmaux. Puncture pada lintasan Geothermal menjadi tanda awal masalah sebelum benturan kecil dengan bank lintasan merusak suspensi mobilnya.
Meski kehilangan waktu lebih dari 20 menit, Millener menilai pengalaman memperbaiki mobil di lintasan justru menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran Armstrong di level tertinggi Kejuaraan Reli Dunia.
“Pendekatannya sangat baik. Mereka tetap tenang dan rasional. Memang masih ada pembelajaran, terutama terkait pengalaman menghindari puncture seperti pembalap papan atas,” jelas Millener.
Tim M-Sport juga menegaskan bahwa Armstrong serta rekan setimnya Josh McErlean akan kembali melanjutkan reli pada leg berikutnya. McErlean sebelumnya juga mengalami masalah mekanis setelah casing gearbox mobilnya retak pada stage Kedong.
Bagi M-Sport, kecepatan Armstrong dalam tiga reli pertamanya dengan mobil Rally1 menunjukkan potensi jangka panjang yang menjanjikan, terutama saat menghadapi persaingan langsung dengan pembalap dari Hyundai dan Toyota di musim WRC 2026.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!