SPONSORED

Isack Hadjar Desak Red Bull Perbaiki Prosedur Start

Notifikasi
Ujang Suryana
Ujang Suryana
0
Isack Hadjar Desak Red Bull Perbaiki Prosedur Start TO NEWS OVERVIEW
© XPBimages

Isack Hadjar mendesak Red Bull Racing segera memperbaiki prosedur start setelah dua kali mengalami stall dan kehilangan sejumlah posisi pada awal Grand Prix Barcelona-Catalunya. Hadjar memulai balapan dari posisi keenam, tetapi peluncuran yang buruk memaksanya menjalani recovery drive sebelum akhirnya kembali finis di urutan keenam.

Masalah tersebut bukan muncul tanpa peringatan. Hadjar mengungkapkan bahwa performa start-nya sudah tidak konsisten sepanjang akhir pekan, termasuk dalam enam simulasi start yang dilakukan selama sesi latihan. Namun, peluncuran paling buruk justru terjadi ketika balapan dimulai, membuat keuntungan dari posisi start baris ketiga langsung hilang dalam beberapa detik pertama.

Dua Kali Stall Bongkar Kelemahan Prosedur Start

Hadjar menilai prosedur yang harus dijalankan pembalap sebelum lampu padam terlalu rumit dan menuntut tingkat presisi yang tidak realistis. Dalam sistem start Formula 1 modern, pembalap harus mengatur posisi kopling, putaran mesin, bite point, serta input throttle secara tepat. Perubahan kecil pada temperatur ban, grip permukaan, atau respons kopling dapat langsung memengaruhi kualitas peluncuran.

Red Bull Questions FIA Engine Assessment
Read AlsoRed Bull Questions FIA Engine Assessment

"Sepanjang akhir pekan situasinya memang seperti ini bagi saya," kata Hadjar. "Dari enam practice start yang kami lakukan, yang terjadi di grid adalah yang paling buruk. Itu justru harus terjadi saat balapan. Saya mengalami stall dua kali, sesuatu yang belum pernah saya alami sepanjang musim."

ADVERTISEMENT

Hadjar kemudian menegaskan bahwa Red Bull harus menyederhanakan atau memperbaiki sistem tersebut. "Kami perlu menyelesaikan masalah ini karena prosedurnya terlalu rumit. Saya bukan komputer, saya bukan mesin, dan saya tidak bisa presisi hingga 0,0001 persen. Ini tidak bekerja," ujarnya.

Komentar tersebut menunjukkan bahwa masalah tidak hanya berkaitan dengan kesalahan reaksi pembalap. Hadjar menilai jendela operasi untuk menghasilkan start yang bersih terlalu sempit, sehingga sedikit ketidaktepatan dapat memicu wheelspin, penurunan putaran mesin, atau stall. Pada balapan dengan jarak menuju tikungan pertama yang menentukan, kelemahan seperti itu dapat menghapus seluruh keuntungan yang diperoleh melalui kualifikasi.

Recovery Drive Selamatkan Hasil Keenam

Hadjar mampu melewati kembali mobil-mobil papan tengah setelah kehilangan posisi pada lap pertama. Kecepatan dasar mobil cukup kuat untuk membawanya kembali ke posisi keenam, sekaligus mengamankan hasil poin ketiga secara beruntun. Namun, energi dan kondisi ban yang digunakan untuk menyalip membuat balapannya lebih sulit dibandingkan apabila ia mempertahankan posisi start.

ADVERTISEMENT

Setelah menembus kelompok midfield, Hadjar berada terlalu jauh dari para pembalap terdepan untuk terlibat dalam pertarungan berikutnya. Situasi tersebut menghasilkan fase balapan yang relatif sepi. Ia memiliki kecepatan lebih tinggi daripada kelompok di belakang, tetapi tidak cukup dekat untuk mengejar mobil-mobil yang sudah membangun jarak di bagian depan.

"Apabila Anda memulai dari belakang seperti saya, Anda dapat melewati mobil-mobil midfield dengan cukup mudah, tetapi mobil-mobil teratas sudah tidak berada di dekat Anda," kata Hadjar. "Setelah itu balapannya menjadi membosankan. Namun, sejujurnya, kami tampil lebih baik daripada yang saya perkirakan untuk trek dan kondisi seperti ini."

Masalah Start Bisa Menghambat Potensi Red Bull

Hasil keenam menunjukkan bahwa paket balapan Hadjar memiliki performa yang cukup untuk mengamankan poin kuat di Barcelona. Namun, masalah start mengubah balapan yang seharusnya dapat dikendalikan dari posisi depan menjadi upaya pemulihan. Ketika persaingan antargrup semakin rapat, kehilangan beberapa posisi pada lap pertama dapat memaksa tim mengubah strategi dan menempatkan pembalap dalam udara kotor.

ADVERTISEMENT

Udara turbulen dari mobil di depan dapat mengurangi beban aerodinamika, menaikkan temperatur ban, dan mempercepat degradasi. Karena itu, prosedur start tidak hanya menentukan posisi menuju tikungan pertama, tetapi juga memengaruhi seluruh struktur balapan. Menjaga posisi keenam sejak awal kemungkinan memberi Hadjar kesempatan menjalankan stint dengan manajemen ban yang lebih terkendali.

Red Bull kini perlu menganalisis data kopling, bite point, putaran mesin, dan input pembalap dari seluruh practice start di Barcelona. Perbandingan dengan prosedur yang digunakan pada putaran sebelumnya akan menentukan apakah masalah berasal dari kalibrasi perangkat, karakter grip lintasan, atau kompleksitas urutan yang harus dilakukan Hadjar.

Hadjar tetap membawa pulang hasil keenam dan melanjutkan rangkaian poinnya, tetapi pesannya kepada tim tidak berubah. Kecepatan balapan tidak akan selalu cukup untuk memulihkan posisi yang hilang pada start. Menjelang putaran berikutnya, penyederhanaan dan konsistensi prosedur peluncuran menjadi pekerjaan penting agar potensi kualifikasi Red Bull tidak kembali terbuang sebelum lap pertama selesai.

ADVERTISEMENT

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU