Pekan balap di Autodromo Jose Carlos Pace Interlagos menyisakan cerita dramatis bagi George Russell. Meskipun berhasil mengamankan finis di posisi keempat pada Grand Prix Brasil, pembalap asal Inggris tersebut sempat mengalami insiden yang nyaris merusak seluruh balapannya di jalur pit.
Memulai balapan dari grid ketujuh, Russell sebenarnya menunjukkan kecepatan yang impresif dan mampu bersaing di barisan terdepan sepanjang paruh pertama lomba. Namun, drama sesungguhnya terjadi ketika tim Mercedes memutuskan untuk melakukan perjudian strategi dengan mengganti kompon ban intermediate ke ban lunak atau slick soft di tengah kondisi lintasan yang berubah.
Nahas, sesaat setelah meninggalkan kotak pit, traksi ban baru yang belum mencapai suhu optimal membuat mobil W17 kehilangan cengkeraman. Russell kehilangan kendali dan melakukan spin di area pit lane, bahkan harus melakukan manuver ekstra lantaran tidak mampu memutar mobilnya sepenuhnya akibat keterbatasan daya dari power unit.

Ketika ditanya apakah insiden tersebut murni disebabkan oleh suhu ban yang masih dingin, pembalap bernomor mobil 63 itu tidak menampik faktor tersebut. Ia mengakui bahwa situasi di jalur pit terasa sangat rumit dan nyaris membuat posisinya melorot jauh ke belakang.
Ya, ban tersebut memang sangat dingin dan saya sendiri kurang yakin apa yang sebenarnya terjadi di sana, ujar Russell menjelaskan insiden menegangkan tersebut kepada media.
Ia juga menambahkan bahwa keterbatasan dorongan tenaga pada saat kejadian membuatnya harus berjuang keras memutar kemudi di dalam lorong pit. Dan saya tidak bisa melakukan putaran penuh 360 derajat karena tidak ada dorongan tenaga, jadi itu hanya salah satu keunikan dari unit daya ini, tambahnya.
Terlepas dari insiden yaw yang menguji adrenalin tersebut, fokus utama kubu panah perak di Interlagos tetap berbuah manis. Keberhasilan meraup poin penting memastikan tim pabrikan asal Brackley ini resmi mengunci gelar juara dunia konstruktor Formula 1 musim 2026.
Hal terpenting dari hari ini adalah kami berhasil mengamankan kejuaraan konstruktor, ungkap Russell dengan nada lega. Kerja keras yang luar biasa dari seluruh anggota tim untuk mencapai prestasi ini. Tentu saja kami ingin melakukannya dengan gaya yang sedikit lebih elegan, tetapi yang terpenting adalah kami berhasil melewatinya garis finis.
Akhir pekan di Brasil juga menjadi momentum kebangkitan bagi Russell setelah dalam beberapa balapan terakhir sempat berada di bawah bayang-bayang rekan setimnya, Kimi Antonelli, yang baru saja mengunci gelar juara dunia pembalap di Meksiko.
Berhasil keluar sebagai pembalap Mercedes terdepan di Interlagos, Russell merasa performa dan rasa percaya dirinya mulai pulih sepenuhnya. Ia mengakui bahwa kecepatan murninya akhir pekan ini jauh lebih menjanjikan ketimbang seri sebelumnya di Meksiko.
Saya memiliki kecepatan yang sangat kuat dalam balapan, terutama pada kompon ban lunak, pungkasnya menyambut seri berikutnya. Kami berdua sempat kesulitan menggunakan ban intermediate di akhir lomba, dan itu terasa cukup aneh. Namun ya, saya merasa sedikit lebih menjadi diri saya sendiri lagi, dan akhir pekan ini murni menunjukkan kecepatan yang kompetitif. Menyongsong balapan di Las Vegas, ini adalah trek di mana saya biasanya selalu tampil baik.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!