Drama di Sirkuit Interlagos memuncak saat sesi latihan bebas kedua (FP2) F1 GP Brasil 2026. Pembalap debutan Rafael Camara, yang menggantikan posisi Esteban Ocon di tim Haas, mendapati dirinya di bawah investigasi steward setelah insiden berbahaya yang melibatkan bintang Charles Leclerc.
Kejadian bermula saat Camara melambat di garis balap pada sektor terakhir yang menanjak. Di saat yang bersamaan, Leclerc yang sedang menjalani putaran cepat terpaksa melakukan manuver menghindar ke arah luar lintasan untuk menghindari tabrakan berkecepatan tinggi. Meski tidak ada kontak fisik yang merusak mobil, insiden ini memicu kemarahan Leclerc dan memaksa pengawas balapan bertindak cepat.
Setelah meninjau rekaman video, radio tim, dan data telemetri, steward mengungkapkan fakta yang cukup memberatkan bagi pembalap muda tersebut. "Mobil 51 telah diperingatkan berkali-kali melalui radio bahwa mobil 16 sedang mendekat dalam putaran cepat. Namun, mobil 51 tetap melakukan manuver zig-zag dan berada jauh di dalam garis balap," tulis laporan resmi steward.

Pihak pengawas balapan menilai situasi tersebut sebagai tindakan yang "jelas berbahaya" dan menegaskan bahwa Camara seharusnya lebih waspada. Meskipun biasanya insiden menghalangi pembalap lain di sesi latihan bebas hanya berujung pada peringatan standar, kali ini steward memutuskan bahwa tindakan tersebut memerlukan hukuman berupa teguran resmi (reprimand).
Bagi tim Haas, ini menjadi ujian awal bagi Camara yang baru saja mendapatkan kesempatan debut. Sementara bagi Ferrari, insiden ini menambah daftar panjang tantangan mereka di Interlagos setelah sebelumnya sempat terlibat dalam diskusi internal intens pasca-insiden di Meksiko. Kini, semua mata tertuju pada bagaimana Camara akan merespons tekanan ini saat sesi kualifikasi berlangsung nanti.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!