Formula 1, Sportrik Media - Helmut Marko melontarkan penilaian tajam mengenai peluang Max Verstappen dalam perebutan gelar juara dunia Formula 1 musim 2026. Penasihat senior Red Bull Racing itu bahkan menilai Verstappen tidak akan menjadi kandidat kuat dalam perebutan gelar tahun ini.
Verstappen membuka musim 2026 dengan performa yang cukup solid di Grand Prix Australia di Albert Park Circuit. Setelah mengalami kecelakaan pada sesi kualifikasi pertama yang membuatnya start dari posisi ke-20, pembalap asal Belanda itu mampu bangkit dan finis di posisi keenam pada balapan utama.
Meski berhasil menyalip 14 posisi sepanjang balapan, Verstappen tetap tidak puas dengan performa mobil RB22 milik Red Bull. Salah satu tantangan terbesar musim ini adalah sistem manajemen energi baru, dengan pembagian tenaga yang kini hampir seimbang antara mesin pembakaran internal dan sistem listrik.

Situasi tersebut membuat pengelolaan energi menjadi faktor krusial baik pada sesi kualifikasi maupun balapan. Sirkuit seperti Melbourne dinilai sangat menuntut dari sisi penggunaan energi, sehingga memengaruhi performa mobil secara keseluruhan.
Berbicara kepada media Austria Krone, Marko menjelaskan bahwa setiap sirkuit kini membutuhkan pendekatan manajemen energi yang berbeda untuk mendapatkan performa optimal.
“Program manajemen energi yang terpisah harus dikembangkan untuk setiap sirkuit.”
“Di Shanghai tata letak lintasannya sangat berbeda, di mana lebih mudah mengisi ulang energi karena terdapat lebih banyak zona pengereman.”
Meski demikian, Marko tetap meragukan apakah perubahan karakter sirkuit di Grand Prix China di Shanghai International Circuit akan cukup membantu Verstappen kembali bersaing di barisan depan.
“Mungkin itu akan membantu Max menemukan kembali kesenangannya dalam balapan. Tetapi saya tidak melihatnya sebagai kandidat perebut gelar juara dunia tahun ini.”
Marko juga menilai balapan pembuka musim di Melbourne belum sepenuhnya menunjukkan kualitas balap Formula 1 yang diharapkan. Ia menyebut banyak manuver yang terjadi lebih dipengaruhi oleh kondisi energi baterai daripada aksi menyalip murni di lintasan.
“Beberapa lap pertama cukup menghibur, tetapi masih banyak yang harus diperbaiki agar Formula 1 kembali memenuhi reputasinya.”
“Banyak manuver bukanlah aksi menyalip yang sebenarnya, melainkan pembalap dengan baterai penuh melewati pembalap yang baterainya habis.”
Meski dikenal memiliki hubungan dekat dengan Verstappen, Marko mengaku memilih untuk tidak langsung menghubungi pembalap tersebut setelah balapan di Australia. Ia menilai situasi emosional Verstappen saat itu menunjukkan bahwa pembalap Red Bull tersebut membutuhkan waktu untuk menenangkan diri.
“Saya melihat ekspresinya ketika keluar dari kokpit. Saat itu saya tahu lebih baik tidak berbicara dengannya. Pesan radionya juga sudah menunjukkan hal tersebut.”
Dengan musim yang masih panjang, evaluasi terhadap regulasi teknis baru dan performa mobil diperkirakan akan terus berkembang dalam beberapa seri berikutnya, dimulai dari Grand Prix China yang menjadi putaran kedua kalender Formula 1 2026.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!