SPONSORED

Hamilton: Perubahan di Ferrari Butuh Proses Jangka Panjang

Notifikasi
Ujang Suryana
Ujang Suryana
0
Hamilton: Perubahan di Ferrari Butuh Proses Jangka Panjang
TO NEWS OVERVIEW
Initially Lewis Hamilton and Charles Leclerc did not agree with the other’s opinion on the Lap 1 incident

Lewis Hamilton menegaskan bahwa transformasi besar di Ferrari tidak bisa terjadi dalam semalam. Tujuh kali juara dunia itu menyebut upaya mengembalikan kejayaan tim Maranello adalah proses jangka panjang yang melibatkan banyak faktor.

Sejak bergabung pada 2025, Hamilton memang sempat kesulitan beradaptasi dengan budaya tim yang sangat kental dengan sejarah. Ia menyoroti perbedaan antara Mercedes dan Ferrari, mulai dari sisi operasional hingga bahasa yang digunakan sehari-hari di dalam tim.

Namun, musim 2026 menjadi titik balik. Hamilton memuji komunikasi yang terjalin dan bagaimana tim mulai menyesuaikan diri dengan permintaan serta sarannya. “Saya pikir ini proses jangka panjang. Tidak bisa diubah hanya dalam satu akhir pekan. Ada banyak bagian yang bergerak,” ujarnya kepada media, termasuk Motorsport Week.

Ferrari and Mercedes Find Different Solutions at Madring
Read AlsoFerrari and Mercedes Find Different Solutions at Madring

Hamilton menyadari bahwa Ferrari memiliki struktur internal yang sudah tertanam kuat. “Ada banyak orang. Ada budaya yang sudah ada sejak lama. Memindahkan bagian-bagian besar tidaklah mudah,” tambahnya. Langkah pertama, menurutnya, adalah kesadaran internal akan area yang perlu diperbaiki, yang menurut Hamilton sudah dilakukan tim.

ADVERTISEMENT

“Kami mengambil langkah satu per satu. Semuanya dimulai dari diskusi. Dimulai dari pengakuan, yang sudah kami lakukan secara internal. Lalu kita cari solusi bersama,” jelasnya. Dengan pendekatan hati-hati, ia yakin perubahan besar akan memakan waktu.

Hamilton juga menekankan bahwa trial and error adalah bagian dari proses. “Itu tidak terjadi dalam semalam. Kami mungkin akan mencoba sesuatu dan hasilnya belum bagus. Tapi kami akan sampai pada titik yang kami butuhkan,” tuturnya.

Ferrari memang belum meraih gelar juara dunia sejak 18 tahun lalu. Dengan kemauan untuk berubah dan pengalaman Hamilton yang sukses di Mercedes, bukan tidak mungkin tim kuda jingkrak itu kembali ke puncak. Namun, seperti kata Hamilton, semuanya butuh waktu dan kesabaran.

ADVERTISEMENT

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU