Formula 1, Sportrik Media - George Russell dari Mercedes-AMG Petronas menegaskan bahwa Formula 1 tetap lebih besar dari individu mana pun, menyusul spekulasi mengenai potensi hengkangnya Max Verstappen dari kejuaraan.
Verstappen sebelumnya secara terbuka mengkritik regulasi teknis baru Formula 1 2026, bahkan menyebutnya sebagai “anti-racing” dan membandingkannya dengan “Formula E on steroids”. Ketidakpuasan tersebut, ditambah performa Red Bull Racing yang belum kompetitif di awal musim, memicu spekulasi bahwa juara dunia empat kali itu dapat mempertimbangkan untuk meninggalkan Formula 1. Di saat yang sama, aktivitas Verstappen di ajang GT3, termasuk di Nürburgring, semakin memperkuat narasi bahwa fokusnya mulai meluas ke luar F1.
Russell mengakui bahwa situasi Verstappen saat ini berbeda dibandingkan pembalap lain di grid, terutama mengingat pencapaian kariernya yang telah mencakup empat gelar juara dunia. Meski demikian, ia menekankan bahwa keberlangsungan Formula 1 tidak bergantung pada satu pembalap.

“Formula 1 lebih besar dari pembalap mana pun. Tentu kami tidak ingin kehilangan Max karena semua orang menikmati balapan melawannya, tetapi ini adalah bagian dari Formula 1,” ujar Russell kepada media termasuk RacingNews365.
Ia juga membandingkan situasi saat ini dengan periode regulasi sebelumnya, khususnya era awal ground-effect pada 2022 yang menghadirkan masalah porpoising bagi banyak tim. Russell menilai bahwa persepsi terhadap regulasi sering kali dipengaruhi oleh posisi kompetitif masing-masing tim di grid.
“Saya tidak menikmati mobil 2022 ketika mengalami porpoising, sangat tidak nyaman untuk dikendarai. Namun saat itu dia tidak memiliki keluhan yang sama karena ia menang,” jelas Russell.
“Sekarang keluhannya berbeda dengan tim seperti Mercedes, Ferrari, dan McLaren yang berada di depan. Itu hal yang wajar, dan Anda bisa memahami frustrasinya.”
Lebih lanjut, Russell menyoroti bahwa Verstappen telah mencapai sebagian besar target utama dalam karier Formula 1, sehingga wajar jika motivasinya mulai bergeser ke arah pengalaman balap yang lebih beragam.
“Dia telah meraih apa yang diimpikan banyak pembalap—menjadi juara dunia, bahkan empat kali. Pada titik tertentu, tidak banyak lagi yang tersisa untuk dicapai di Formula 1,” katanya.
Russell juga mengaitkan hal tersebut dengan ketertarikan Verstappen terhadap lintasan Nürburgring Nordschleife, yang dianggap memberikan tantangan berbeda dibandingkan Formula 1 modern.
“Jika dia ingin melakukan sesuatu yang membuatnya senang, seperti balapan di Nordschleife, saya bisa memahami itu. Saya sendiri ingin mencobanya suatu hari nanti,” tambahnya.
Namun, Russell menegaskan bahwa fokus pribadinya tetap pada ambisi menjadi juara dunia Formula 1, sesuatu yang belum ia capai. Ia juga mengakui bahwa perspektifnya mungkin akan berbeda jika telah meraih kesuksesan serupa dengan Verstappen.
“Saat ini tujuan saya adalah menjadi juara dunia Formula 1. Jika saya sudah memiliki empat gelar, mungkin saya akan berpikir seperti dia,” ujarnya.
Dengan dinamika regulasi baru dan berbagai spekulasi yang berkembang, masa depan Verstappen tetap menjadi salah satu isu utama musim 2026. Namun, seperti ditegaskan Russell, arah karier pembalap tersebut pada akhirnya akan ditentukan oleh prioritas pribadi di tahap karier yang berbeda, di tengah evolusi Formula 1 sebagai kompetisi global.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!