Flavio Briatore memicu keributan besar di paddock Formula 1 usai melontarkan tuduhan serius terhadap salah satu hakim Pengadilan Banding Internasional FIA. Pernyataan kontroversial itu muncul saat konferensi pers Grand Prix Italia, Jumat, dan langsung memicu respons resmi dari FIA.
Briatore, penasihat eksekutif Alpine, mempertanyakan independensi Filippo Marchino, salah satu hakim yang memutuskan untuk mengembalikan dua penalti lima detik yang dijatuhkan kepada Pierre Gasly di GP Monako. Keputusan ini membuat Gasly kehilangan podium untuk kedua kalinya setelah sempat naik ke posisi ketiga.
Tuduhan Bias yang Mengguncang Paddock
Dalam konferensi pers tersebut, Briatore dengan tegas menyebut Marchino "sangat jahat selama persidangan" dan "bertindak seperti jaksa". Ia bahkan mengklaim adanya hubungan dekat antara hakim tersebut dengan McLaren, salah satu tim yang mengajukan banding atas keputusan awal yang menguntungkan Alpine.

Pernyataan Briatore langsung menjadi sorotan karena menyangkut integritas proses hukum di ajang balap paling bergengsi di dunia. Publik dan penggemar pun bertanya-tanya, sejauh mana independensi peradilan olahraga ini benar-benar terjaga?
FIA Membantah dengan Bukti Prosedur
Menanggapi tuduhan tersebut, FIA mengeluarkan pernyataan resmi pada Sabtu pagi. Mereka menegaskan bahwa seluruh proses seleksi dan partisipasi hakim telah mengikuti prosedur yudisial yang berlaku, dengan standar tertinggi yang mengacu pada pedoman IBA tentang konflik kepentingan dalam arbitrase internasional.
FIA menjelaskan bahwa semua hakim dipilih melalui majelis umum FIA, dengan beberapa di antaranya diusulkan oleh setidaknya lima tim F1. Mereka juga diwajibkan untuk membuat deklarasi kepentingan tahunan dan menandatangani pernyataan independensi untuk setiap kasus yang ditangani. Ini adalah pengingat bahwa sistem peradilan FIA dirancang untuk transparan dan akuntabel.
Dengan adanya bantahan resmi ini, pertanyaan besar kini mengarah pada langkah selanjutnya dari Briatore dan Alpine. Apakah mereka akan menerima keputusan ini dan move on, atau justru memicu perang terbuka yang bisa mengguncang stabilitas politik di paddock?



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!