SPONSORED

Esapekka Lappi Soroti Dominasi Toyota Jelang Estonia

Notifikasi
Edeh Cupe
Edeh Cupe
0
Esapekka Lappi Soroti Dominasi Toyota Jelang Estonia TO NEWS OVERVIEW
Esapekka Lappi. Photo: Hyundai Motorsport

Esapekka Lappi bersiap mengakhiri jeda panjangnya dari WRC ketika kembali mengendarai mobil Rally1 bersama Hyundai pada Rally Estonia bulan Juli.

Lappi baru tampil untuk Hyundai musim ini di Rally Sweden dan Safari Rally Kenya. Sejak Safari Rally, pembalap Finlandia itu mengikuti dua reli gravel di Kejuaraan Reli Finlandia menggunakan Skoda spesifikasi Rally2, sehingga kesempatan kembali ke mobil Rally1 menjadi momen penting baginya.

"Senang rasanya bisa kembali ke mobil yang lebih besar. Estonia adalah reli yang fantastis, tidak ada keraguan soal itu."

Esapekka Lappi Questions Toyota Dominance Before Estonia
Read AlsoEsapekka Lappi Questions Toyota Dominance Before Estonia

Hyundai memperkenalkan pembaruan mesin pada Rally Portugal, putaran gravel terbaru, dan paket tersebut tampak meningkatkan daya saing tim. Adrien Fourmaux sempat bersaing untuk kemenangan sebelum Thierry Neuville akhirnya meraih kemenangan.

ADVERTISEMENT

Namun, hasil di Jepang kembali menunjukkan besarnya tekanan dari Toyota, yang menguasai empat posisi teratas. Lappi tetap melihat alasan untuk optimistis di gravel, meski mengakui Hyundai masih memiliki pekerjaan besar terutama pada area aerodinamika di reli cepat.

"Portugal memberi saya sedikit harapan, sementara reli aspal tidak banyak memberi alasan untuk optimistis. Hasil di Portugal menunjukkan mobil ini jelas lebih kompetitif di gravel. Kami selalu sedikit tertinggal dari Toyota dalam hal aerodinamika, terutama pada reli cepat seperti Rally Finlandia."

Lappi juga menilai dominasi satu pabrikan membuat nilai kompetitif kejuaraan berkurang. Menurutnya, situasi saat ini kurang ideal ketika Toyota terus mendominasi, terutama di aspal, sementara rival lain hanya berusaha mengejar dari belakang.

ADVERTISEMENT

"Saya sangat berharap situasinya benar-benar berbeda tahun depan dan ada 15 pembalap yang bertarung secara setara di depan. Jika itu terjadi, dua gagal finis tidak akan langsung menentukan segalanya seperti yang sering terjadi sekarang."

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU