SPONSORED

Esapekka Lappi Introspeksi Diri Usai Hari Buruk di WRC

Notifikasi
Luki Hidayatudin
Luki Hidayatudin
0
Esapekka Lappi Introspeksi Diri Usai Hari Buruk di WRC
TO NEWS OVERVIEW
Esapekka Lappi. Photo: Vincent Thuillier/Hyundai Motorsport GmbH

Esapekka Lappi tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya setelah menjalani hari pembuka yang buruk di putaran WRC terbaru. Pembalap asal Finlandia itu harus puas berada di posisi terbawah di antara para pembalap Rally1, tertinggal lebih dari dua menit dari pemimpin klasemen sementara. Ini adalah pukulan telak bagi Esapekka Lappi yang tengah berjuang mengembalikan performa terbaiknya.

Sejak awal, Lappi memang tidak pernah menemukan ritme dan kepercayaan diri di atas mobilnya. Enam special stage yang dilalui pada Jumat menjadi ajang frustrasi berkepanjangan. "Saya mungkin penyebab utamanya. Tidak mudah datang ke sini langsung setelah Finlandia, dan set-up mobil saat ini terasa tidak pas. Saya tidak punya cukup kepercayaan diri untuk melaju lebih cepat di beberapa tikungan," ujar Lappi.

Musim ini, Lappi memang hanya turun di beberapa reli pilihan. Penampilan terakhirnya di Finlandia berakhir dengan kecelakaan, yang jelas menggerus mentalnya. Kini, ia harus menghadapi kenyataan pahit bahwa setiap kali mencoba menekan, mobilnya melebar dan ia segera mendapat pengingat akan keterbatasannya. "Saya benar-benar tidak tahu apa yang terjadi," tambahnya.

Esapekka Lappi Takes Hard Look at Himself After Dreadful WRC Day
Read AlsoEsapekka Lappi Takes Hard Look at Himself After Dreadful WRC Day

Sabtu akan menjadi ujian berat lainnya. Lappi akan menjadi mobil kedua di lintasan, dengan hanya Takamoto Katsuta dari Toyota yang berada di depannya setelah pembalap Jepang itu mengalami kecelakaan pada Jumat. Target realistisnya mungkin hanya mengejar duo pembalap M-Sport Ford asal Irlandia, Josh McErlean dan Jon Armstrong, yang berada sekitar sepuluh detik di depannya. Namun, untuk bisa naik posisi, Lappi juga butuh kesialan dari pembalap lain.

ADVERTISEMENT

"Semoga saja (kami bisa menemukan kecepatan). Tapi mengingat selisih waktu dan apa yang menanti besok, saya rasa itu mustahil. Namun, kami tidak akan menyerah," tegas Lappi. Ini adalah momen di mana seorang pembalap harus melihat ke dalam cermin dan mencari solusi dari dalam diri sendiri.

Bagi Lappi, sisa reli ini bukan hanya tentang hasil akhir, tetapi juga tentang membangun kembali kepercayaan diri yang sempat hilang. Dalam dunia reli yang keras, kemampuan untuk bangkit dari keterpurukan adalah kunci. Lappi sadar betul bahwa ia harus segera menemukan jawaban atas masalah set-up dan mentalnya jika ingin tetap kompetitif di sisa musim.

Dengan tekanan yang terus meningkat, penampilan Lappi di sesi berikutnya akan sangat dinanti. Apakah ia mampu mengatasi keterbatasan dan menunjukkan performa terbaiknya? Hanya waktu yang akan menjawab, tetapi satu hal yang pasti: Lappi tidak akan menyerah tanpa perlawanan.

ADVERTISEMENT

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU