SPONSORED

Dilema Set-up Racing Bulls: Lawson Ungkap Kesulitan di Interlagos

Notifikasi
Ujang Suryana
Ujang Suryana
0 Google Add us as preferred source
Dilema Set-up Racing Bulls: Lawson Ungkap Kesulitan di Interlagos
TO NEWS OVERVIEW
© XPB Images

Atmosfer di Sirkuit Interlagos selalu menghadirkan tantangan teknis yang unik, dan bagi Liam Lawson, hari Jumat di GP Brasil 2026 menjadi sebuah pelajaran berharga tentang presisi. Setelah tampil cukup solid di sesi pertama, pembalap Racing Bulls tersebut harus menelan pil pahit saat eksperimen set-up pada mobil VCARB03 justru berujung pada masalah understeer yang signifikan di sesi FP2.

Liam Lawson di paddock Interlagos
© XPB Images

Lawson, yang saat ini berada di bawah sorotan tajam terkait masa depannya, mengakui bahwa timnya terjebak dalam dilema klasik akhir pekan F1. Dengan prakiraan cuaca yang menunjukkan potensi hujan lebat pada hari Minggu, tim harus memutuskan antara mengejar performa terbaik untuk kualifikasi yang diprediksi kering, atau memprioritaskan set-up mobil untuk kondisi lintasan basah yang krusial bagi perolehan poin.

"Kami memulai sesi pagi dengan cukup kuat, namun perubahan yang kami lakukan di FP2 justru membawa kami ke arah yang salah," ungkap Lawson. "Saat suhu lintasan turun, mobil kami mengalami understeer yang parah. Ini mungkin salah satu keseimbangan mobil terburuk yang kami miliki dalam beberapa balapan terakhir. Kami akan mencoba kembali ke set-up awal untuk FP3."

Marc Marquez Tops Opening Practice in Qatar as Bezzecchi and Di Giannantonio Chase
Read AlsoMarc Marquez Tops Opening Practice in Qatar as Bezzecchi and Di Giannantonio Chase

Tantangan bagi Lawson dan rekan setimnya, Arvid Lindblad, tidak hanya terletak pada mekanikal mobil, tetapi juga pada karakteristik teknis Interlagos. Lawson menyoroti betapa sulitnya menyiapkan ban untuk satu putaran cepat karena lintasan yang sangat pendek, yang membuat setiap gangguan lalu lintas di pit lane berdampak besar pada performa di Tikungan 1.

ADVERTISEMENT

Di tengah tekanan bisnis F1 yang brutal, seperti yang sering dianalisis oleh pengamat senior Martin Brundle, Lawson dituntut untuk tetap tenang. Ia menyadari bahwa meski eksperimen FP2 terbukti gagal, data yang diperoleh tetap berharga untuk menentukan arah pengembangan mobil sebelum kualifikasi dimulai.

Dengan ancaman hujan yang membayangi, keputusan tim untuk tidak melakukan perubahan drastis menjadi kunci. Lawson harus menyeimbangkan kebutuhan akan kecepatan satu putaran dengan stabilitas mobil yang mumpuni jika langit Interlagos benar-benar menumpahkan air pada hari balapan nanti.

ADVERTISEMENT

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU