Formula 1, Sportrik Media - Carlos Sainz memperingatkan bahwa Formula 1 berisiko mengalami kecelakaan besar musim ini jika regulator tidak segera menindaklanjuti kekhawatiran keselamatan yang muncul dari regulasi terbaru.
Kekhawatiran tersebut muncul setelah insiden nyaris tabrakan pada start pembuka musim di GP Australia 2026. Saat lampu start padam, Franco Colapinto harus melakukan manuver menghindar untuk menghindari mobil Liam Lawson yang melaju sangat lambat setelah gagal melakukan akselerasi optimal dari grid.
Situasi tersebut memicu kekhawatiran di paddock mengenai perbedaan kecepatan signifikan pada fase awal balapan. Beberapa pembalap, termasuk Lando Norris, telah menyuarakan potensi bahaya yang dapat muncul jika kondisi tersebut terus terjadi sepanjang musim.

“Ada dua poin utama terkait keselamatan tahun ini. Salah satunya adalah start, situasi yang sudah terlihat sejak pengujian dan kembali terjadi di Melbourne,” kata Sainz kepada media termasuk RacingNews365.
“Di Melbourne kami sangat beruntung tidak terjadi apa-apa dengan Liam dan Franco. Perasaan saya, jika tidak ada perubahan pada prosedur start, suatu saat musim ini kita akan melihat kecelakaan besar.”
Selain prosedur start, Sainz juga menyoroti risiko lain yang muncul dari konfigurasi teknis mobil saat mode kecepatan lurus diaktifkan. Menurut pembalap Williams itu, perbedaan kecepatan antar mobil dapat mencapai puluhan kilometer per jam ketika mobil kehilangan downforce saat bertarung di lintasan lurus.
“Poin kedua bagi saya adalah saat menyalip dengan ‘straight mode’. Perbedaan kecepatannya bisa mencapai 40 hingga 60 km/jam. Dengan hampir tidak ada downforce saat mode itu aktif, mobil menjadi sangat sulit dikendalikan, baik saat start maupun ketika bertarung dengan mobil lain.”
Sainz mengakui bahwa upaya perubahan regulasi sering kali menghadapi resistensi dari tim yang sudah menemukan keuntungan kompetitif dari konfigurasi saat ini. Namun ia menegaskan bahwa FIA dan Formula 1 harus memiliki kewenangan penuh untuk mengambil keputusan yang mengutamakan keselamatan.
“Tidak semua tim akan sepakat, dan memang seharusnya begitu. Setiap tim selalu memiliki kepentingan performa masing-masing. Tetapi Formula 1 seharusnya memiliki kekuatan untuk melakukan apa yang terbaik bagi olahraga ini tanpa harus terlalu bergantung pada kepentingan tim.”
Isu keselamatan terkait prosedur start dan karakteristik aerodinamika mobil diperkirakan akan terus menjadi bahan diskusi antara tim, pembalap, dan regulator menjelang seri berikutnya musim 2026.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!