Paddock MotoGP kembali memanas di tengah rangkaian akhir pekan balap. Pengamat senior sekaligus manajer pebalap ternama, Carlo Pernat, melontarkan kritik pedas terhadap cara penanganan yang dilakukan oleh promotor kejuaraan dan federasi internasional FIM terkait kontroversi seputar Grand Prix Qatar.
Perhelatan yang berlangsung di Lusail International Circuit ini memang sempat diliputi awan gelap akibat situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah. Sejumlah kekhawatiran sempat mencuat dari para pebalap mengenai aspek keamanan, bahkan berujung pada keputusan Yamaha yang memilih absen tidak berangkat ke Qatar.
Meskipun sesi latihan bebas akhirnya tetap bergulir dan kondisi di sekitar lintasan terpantau kondusif, riak-riak ketegangan di balik layar tampaknya belum mereda. Pernat secara terbuka menyoroti kepemimpinan federasi yang dinilai gagal menunjukkan ketegasan di saat-saat krusial.

"Kegagalan terbesar ada pada federasi internasional yang memilih bungkam seribu bahasa. FIM, apakah kalian bisa percaya? Presiden mereka bahkan tidak hadir di lokasi, padahal semua orang tahu apa yang sedang terjadi. Padahal justru FIM lah yang seharusnya memegang kendali penuh atas aturan," ujar Pernat dengan nada geram.
Lebih lanjut, pria asal Italia itu mengklaim bahwa polemik ini telah mencoreng citra kejuaraan dunia balap motor paling bergengsi ini. Ia menuding faktor finansial yang fantastis menjadi alasan utama mengapa pihak penyelenggara bergeming dan ngotot mempertahankan jadwal balapan di Qatar demi menjaga pundi-pundi keuntungan.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!