Bentrokan sengit antara Flavio Briatore dan pengadilan tinggi balap F1 memanas. Bos tim Alpine itu melontarkan tuduhan serius bahwa salah satu hakim dalam kasus banding Grand Prix Monako memiliki hubungan dengan McLaren, mempertanyakan integritas keputusan yang merugikan timnya.
Ledakan Briatore di Monza: Integritas Dipertanyakan
Semua bermula dari keputusan pengadilan yang mengembalikan penalti untuk Pierre Gasly setelah banding McLaren dan Red Bull. Padahal, sebelumnya penalti itu sempat dicabut setelah Alpine mengajukan hak review yang sukses.
Ketidakadilan yang dirasakan Alpine memicu amarah Briatore. Dalam konferensi pers Grand Prix Italia yang eksplosif, ia melontarkan tuduhan bahwa salah satu hakim memiliki kaitan dengan McLaren, menciptakan konflik kepentingan yang serius.

Hakim yang dimaksud adalah Filippo Marchino, yang pernah menjabat CEO One Drop Foundation, yayasan amal bentukan Guy Laliberte. Yayasan itu pernah menerima hadiah mobil jalan raya McLaren dari mendiang pemegang saham McLaren, Mansour Ojjeh, untuk dilelang demi tujuan amal.
FIA Buka Suara: Prosedur Sudah Sesuai Standar
Menanggapi tuduhan tersebut, Pengadilan Banding Internasional FIA (ICA) angkat bicara. Mereka menegaskan bahwa penunjukan hakim dalam kasus ini telah mengikuti prosedur yudisial yang berlaku dan praktik standar yang terinspirasi dari standar tertinggi, seperti Pedoman IBA tentang Konflik Kepentingan.
ICA juga menjelaskan bahwa semua hakim dipilih oleh Majelis Umum FIA, beberapa di antaranya berdasarkan usulan dari setidaknya lima tim F1 sesuai statuta FIA. Mereka menegaskan independensi dan imparsialitas para hakim dalam memutuskan kasus ini.
Pernyataan ini diharapkan meredakan ketegangan, namun pertanyaan tentang transparansi dalam pengambilan keputusan di motorsport tetap menggantung. Akankah ini menjadi preseden untuk pengawasan lebih ketat terhadap integritas yudisial F1?



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!