Formula 1, Sportrik Media - Anthony Davidson memperingatkan potensi risiko dalam penerapan sistem Additional Development and Upgrade Opportunities (ADUO) di Formula 1 2026 yang dinilai dapat membuka celah manipulasi performa oleh tim.
Sistem ADUO diperkenalkan oleh FIA untuk memberikan kesempatan tambahan pengembangan kepada pabrikan power unit yang tertinggal dari benchmark. Saat ini, acuan performa dipegang oleh Mercedes High Performance Powertrains, yang mendominasi awal musim dengan kemenangan di seluruh grand prix, termasuk Sprint di China, serta sapu bersih barisan depan dalam sesi kualifikasi.
Berdasarkan perhitungan setelah seri Miami, pabrikan yang berada dalam selisih 2 persen dari Mercedes HPP akan mendapatkan satu upgrade tambahan untuk musim 2026 dan 2027, sementara yang tertinggal hingga 4 persen akan memperoleh dua upgrade tambahan per musim.

Namun, Davidson menilai sistem ini berpotensi membawa Formula 1 ke arah yang tidak diinginkan, terutama jika tim mencoba memanfaatkan celah regulasi dengan menyembunyikan performa sebenarnya demi mendapatkan keuntungan pengembangan.
“Kami tentu tidak ingin ini berubah menjadi balance of performance. Konsep tersebut tidak seharusnya ada di Formula 1,” ujar Davidson dalam podcast Sky Sports F1.
Ia menekankan bahwa inti kompetisi Formula 1 adalah kemampuan teknik dan efisiensi pengembangan dalam batas anggaran yang telah ditetapkan, bukan mekanisme penyeimbang performa seperti di kategori lain.
“Semua tim memiliki batas anggaran yang sama, dan seharusnya tim dengan rekayasa terbaik yang menang. Saat ini terlihat Mercedes melakukan pekerjaan terbaik dalam pengembangan mesin,” jelasnya.
Davidson juga menyoroti kompleksitas regulasi baru, khususnya integrasi antara mesin pembakaran internal dan sistem elektrifikasi yang kini menyumbang hampir setengah dari total tenaga.
“Pertanyaannya adalah apakah keunggulan berasal dari mesin pembakaran atau integrasi sistem listrik. Ini membuat analisis performa menjadi jauh lebih kompleks,” tambahnya.
Ia memperingatkan bahwa dalam situasi tersebut, tim dapat tergoda untuk menampilkan performa di bawah potensi sebenarnya agar memenuhi kriteria mendapatkan upgrade tambahan.
“Ini bisa menjadi jalur berbahaya jika tim mulai mengatakan mereka membutuhkan peningkatan performa, sementara sebenarnya mereka menyembunyikan kemampuan asli untuk mendapatkan keuntungan,” tegas Davidson.
Dengan potensi tersebut, Davidson menilai FIA harus mengelola sistem ADUO dengan sangat hati-hati agar tidak mengarah pada praktik manipulatif yang dapat merusak integritas kompetisi.
Jika tidak dikontrol dengan tepat, sistem ini berisiko menciptakan situasi serupa dengan kategori motorsport lain yang menggunakan balance of performance, di mana strategi di luar lintasan memainkan peran besar dalam menentukan hasil akhir.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!