Alex Marquez yakin MotoGP Catalunya 2026 menjadi tempat ideal untuk bangkit setelah menjalani akhir pekan “bencana” pada MotoGP Prancis di Le Mans.
Pembalap Gresini Racing tersebut mengalami akhir pekan sulit di Le Mans setelah crash saat Q2 membuatnya hanya start dari posisi kesepuluh. Situasi semakin buruk ketika Alex hanya meraih dua poin dari seluruh akhir pekan usai finis kedelapan di Sprint Race sebelum terjatuh pada grand prix utama.
Hasil tersebut menjadi kontras besar dibanding performanya di Jerez dua pekan sebelumnya ketika ia berhasil meraih kemenangan grand prix untuk kedua kalinya secara beruntun di sirkuit Spanyol tersebut.

Barcelona juga memiliki arti spesial bagi Alex karena ia berhasil memenangi MotoGP Catalunya musim lalu setelah mengalahkan kakaknya, Marc Marquez, dalam salah satu performa terbaik sepanjang karier MotoGP-nya.
Menurut Alex, karakter Circuit de Barcelona-Catalunya sangat cocok dengan gaya balapnya, terutama karena layout sirkuit yang lebih mengutamakan flow dan traksi dibanding pengereman keras.
“Le Mans bagi kami adalah bencana, terutama dari sisi saya sendiri. Motor sebenarnya siap bertarung dengan para pembalap terdepan, tetapi saya melakukan terlalu banyak kesalahan pada momen penting akhir pekan,” ujar Alex Marquez.
Pembalap Spanyol itu menjelaskan dirinya selalu merasa nyaman di Catalunya karena mampu menjaga ritme dan aliran berkendara yang sesuai dengan karakter riding style miliknya.
“Kami datang ke sirkuit yang sangat cocok dengan gaya balap saya, tempat di mana saya selalu menemukan flow. Itu memberi saya ketenangan dan saya tahu jika melakukan pekerjaan dengan baik, saya bisa cepat dan setidaknya bertarung untuk podium,” lanjutnya.
Alex juga menilai grip rendah di Barcelona menjadi faktor penting yang sering membantunya tampil kompetitif dibanding rival lain.
“Di sini tidak banyak titik pengereman keras. Sirkuit ini lebih tentang flow dan traksi, dan itu area di mana saya cukup kuat. Saya bisa membuat perbedaan di sana,” jelas Alex.
Pembalap Ducati tersebut mengaku masih sedikit kesulitan pada area pengereman dan entry corner, tetapi karakter Catalunya yang lebih mengutamakan corner speed justru sangat membantu performanya.
Selain faktor teknis, pengalaman panjang sejak kategori junior juga membuat Alex merasa memiliki pemahaman khusus terhadap karakter sirkuit Barcelona-Catalunya.
Alex Marquez yakin MotoGP Catalunya 2026 menjadi tempat ideal untuk bangkit setelah menjalani akhir pekan “bencana” pada MotoGP Prancis di Le Mans.
Pembalap Gresini Racing tersebut mengalami akhir pekan sulit di Le Mans setelah crash saat Q2 membuatnya hanya start dari posisi kesepuluh. Situasi semakin buruk ketika Alex hanya meraih dua poin dari seluruh akhir pekan usai finis kedelapan di Sprint Race sebelum terjatuh pada grand prix utama.
Hasil tersebut menjadi kontras besar dibanding performanya di Jerez dua pekan sebelumnya ketika ia berhasil meraih kemenangan grand prix untuk kedua kalinya secara beruntun di sirkuit Spanyol tersebut.

Barcelona juga memiliki arti spesial bagi Alex karena ia berhasil memenangi MotoGP Catalunya musim lalu setelah mengalahkan kakaknya, Marc Marquez, dalam salah satu performa terbaik sepanjang karier MotoGP-nya.
Menurut Alex, karakter Circuit de Barcelona-Catalunya sangat cocok dengan gaya balapnya, terutama karena layout sirkuit yang lebih mengutamakan flow dan traksi dibanding pengereman keras.
“Le Mans bagi kami adalah bencana, terutama dari sisi saya sendiri. Motor sebenarnya siap bertarung dengan para pembalap terdepan, tetapi saya melakukan terlalu banyak kesalahan pada momen penting akhir pekan,” ujar Alex Marquez.
Pembalap Spanyol itu menjelaskan dirinya selalu merasa nyaman di Catalunya karena mampu menjaga ritme dan aliran berkendara yang sesuai dengan karakter riding style miliknya.
“Kami datang ke sirkuit yang sangat cocok dengan gaya balap saya, tempat di mana saya selalu menemukan flow. Itu memberi saya ketenangan dan saya tahu jika melakukan pekerjaan dengan baik, saya bisa cepat dan setidaknya bertarung untuk podium,” lanjutnya.
Alex juga menilai grip rendah di Barcelona menjadi faktor penting yang sering membantunya tampil kompetitif dibanding rival lain.
“Di sini tidak banyak titik pengereman keras. Sirkuit ini lebih tentang flow dan traksi, dan itu area di mana saya cukup kuat. Saya bisa membuat perbedaan di sana,” jelas Alex.
Pembalap Ducati tersebut mengaku masih sedikit kesulitan pada area pengereman dan entry corner, tetapi karakter Catalunya yang lebih mengutamakan corner speed justru sangat membantu performanya.
Selain faktor teknis, pengalaman panjang sejak kategori junior juga membuat Alex merasa memiliki pemahaman khusus terhadap karakter sirkuit Barcelona-Catalunya.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!