Fermin Aldeguer harus menerima kenyataan pahit di sesi latihan bebas MotoGP San Marino 2026 di Sirkuit Misano. Pembalap Ducati itu sebenarnya berada di jalur aman untuk langsung lolos ke Q2, namun masalah mekanis pada roda depan motornya merusak peluang tersebut di saat-saat krusial. Aldeguer pun harus puas mengakhiri hari dengan tiket Q1, meski secara pace ia sebenarnya kompetitif.
Sepanjang sesi, Aldeguer konsisten menghuni posisi delapan besar. Ia sempat berada di urutan kedelapan atau kesembilan dengan selisih hanya dua hingga tiga persepuluh detik dari yang tercepat. Sayang, ketika hendak melakukan time attack terakhir, motor yang dikendarainya mengalami kendala teknis yang memaksanya kembali ke pit dan beralih ke motor cadangan. “Kami mengalami sedikit nasib buruk karena saat akan keluar untuk time attack terakhir, ada masalah mekanis pada roda depan,” ujar Aldeguer menirukan keterangan dari paddock.
Kendala itu jelas mengganggu fokus. Aldeguer mengakui sempat ada kepanikan, terlebih harus berganti motor di detik-detik akhir. “Ada sedikit kegelisahan, ganti motor, dan lain-lain. Kami mungkin kehilangan kesempatan untuk berada di Q2, tapi kami harus mengambil hal positif dan feeling bagus yang kami rasakan sepanjang sesi,” tambahnya. Meski gagal, ia menegaskan bahwa sesi latihan tidak sepenuhnya buruk karena ia masih bisa merasakan performa yang menjanjikan.

Menariknya, Aldeguer melihat sisi terang dari situasi ini. Menurutnya, Q1 bisa menjadi keuntungan tersembunyi. Dengan tambahan putaran di Q1, ia berharap bisa lebih memahami arah setelan motor dan menemukan ritme balap yang lebih baik. “Memang di Aragon saya merasa sedikit lebih baik daripada di sini, tapi kami punya Q1 untuk melakukan lebih banyak putaran, tahu ke arah mana motor harus dibawa, dan mendapatkan ritme lebih,” jelasnya.
Persaingan di MotoGP 2026 memang sangat ketat. Selisih waktu antar pembalap sangat tipis, sehingga satu kesalahan kecil atau masalah teknis sekecil apa pun bisa berakibat fatal. Aldeguer menyadari hal itu. “Segalanya bergerak hanya dalam beberapa persepuluh detik. Bahkan saya berada di posisi delapan atau sembilan dengan selisih dua atau tiga persepuluh. Di sini, hal terkecil pun sangat berarti,” tegasnya.
Jika mampu tampil maksimal di Q1, Aldeguer yakin bisa membawa momentum positif ke Q2. “Jika kami datang dengan panas dan bisa memanfaatkan momentum itu, kita lihat saja nanti,” ujarnya. Ia tidak menganggap hasil Jumat ini sebagai kemunduran, melainkan sebagai peluang untuk mengumpulkan data ekstra yang mungkin tidak didapat jika langsung lolos ke Q2.
Sirkuit Misano sendiri dikenal menuntut fisik yang lebih berat dibanding beberapa sirkuit lain. Dengan karakter tikungan cepat dan pengereman keras, para pembalap dituntut memiliki stamina prima. Aldeguer pun merasakan hal serupa. “Sirkuit ini lebih intens secara fisik, terutama di tikungan kanan yang panjang. Kami harus benar-benar siap,” akunya. Namun, ia tetap optimistis bisa mengatasi tantangan tersebut.
Dengan modal kecepatan yang sudah terlihat, Aldeguer masih berpeluang besar untuk bangkit di sesi kualifikasi. Q1 akan menjadi ujian mental dan teknis baginya. Jika mampu melewati tekanan, bukan tidak mungkin ia justru tampil lebih kuat di Q2 dan meraih posisi start yang menguntungkan untuk balapan Minggu. Fermin Aldeguer jelas tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan kedua ini.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!