MONAKO – Persaingan Formula 1 musim 2026 tidak hanya panas di lintasan, tapi juga di meja negosiasi kontrak. Max Verstappen kembali membuktikan statusnya sebagai pembalap dengan bayaran termahal di grid, meski peta kekuatan mulai bergeser.
Laporan finansial terbaru menunjukkan dominasi Mercedes-Benz di klasemen berkat performa Andrea Kimi Antonelli. Namun, nilai kontrak para pembalap veteran tetap memecahkan rekor, dengan gaji pokok yang belum termasuk bonus kemenangan atau kesepakatan komersial pribadi.
Dilema Kontrak di Tengah Dominasi Rival
Verstappen mengikat masa depannya bersama Red Bull hingga 2030 dengan gaji pokok USD 70 juta (sekitar Rp1,17 triliun per tahun). Angka ini menjadikannya aset paling berharga di ajang jet darat, meski mobilnya tengah kesulitan bersaing.

Sementara itu, Lewis Hamilton menjalani musim keduanya di Ferrari dengan bayaran USD 60 juta (sekitar Rp1,01 triliun). Kehadirannya bukan hanya mendongkrak performa, tetapi juga memberi eksposur komersial masif bagi tim Kuda Jingkrak.
Ferrari dan Mercedes: Pertaruhan Finansial Besar
Charles Leclerc menyusul dengan gaji USD 34 juta (sekitar Rp586 miliar), membuat total pengeluaran gaji Ferrari mencapai USD 94 juta. Ini menjadikan tim asal Maranello sebagai yang terbesar dalam hal payroll pembalap musim ini.
Di kubu Mercedes, George Russell juga mengantongi angka serupa, USD 34 juta. Russell menjadi pilar senior setelah kepergian Hamilton, berduet dengan rookie Antonelli yang baru menerima sekitar USD 2 juta di awal kariernya.
Lando Norris menutup lima besar dengan USD 30 juta (sekitar Rp502 miliar), buah dari kontrak jangka panjang bersama McLaren yang kembali kompetitif. Kesepakatan ini menjadi sinyal bahwa pabrikan Inggris siap bertaruh besar untuk masa depan.
Regulasi Cost Cap dan Kebebasan Gaji Pembalap
Menariknya, gaji pembalap dikecualikan dari aturan cost cap yang ketat di F1. Kebijakan ini memungkinkan tim-tim kaya seperti Red Bull, Ferrari, dan Mercedes terus menawar dengan angka selangit demi mengunci talenta terbaik.
Dampaknya, persaingan di luar lintasan pun semakin sengit, seiring tim berusaha menyeimbangkan investasi mobil dan bintang di dalam kokpit.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!