Advertisement Sportrik
15s

10 Tahun Kecelakaan Fernando Alonso di F1 Australia 2016

10 Tahun Kecelakaan Fernando Alonso di F1 Australia 2016
© XPBimages

Formula 1, Sportrik Media - Insiden besar yang melibatkan Fernando Alonso di Australian Grand Prix 2016 tetap menjadi salah satu kecelakaan paling dramatis dalam sejarah modern Formula 1. Tepat satu dekade setelah kejadian tersebut, kecelakaan berkecepatan tinggi itu masih dikenang sebagai contoh nyata bagaimana teknologi keselamatan F1 mampu melindungi pembalap dari insiden ekstrem.

Kecelakaan terjadi pada lap ke-18 ketika Alonso yang saat itu membela McLaren mencoba menyalip mobil Haas F1 Team milik Esteban Gutiérrez di Tikungan 3 Albert Park Circuit. Saat memanfaatkan slipstream untuk melakukan manuver menyalip menjelang zona pengereman, Alonso terlambat bereaksi sehingga roda depan kanan mobilnya menyentuh ban belakang kiri mobil Gutiérrez.

Benturan tersebut terjadi pada kecepatan sekitar 305 km/jam dan langsung mengirim mobil McLaren MP4-31 milik Alonso menghantam dinding pembatas dengan sudut benturan yang membuat energi tabrakan tidak dapat sepenuhnya teredam. Data menunjukkan mobil mengalami perlambatan lateral puncak hingga sekitar 45G.

Formula 1 Driver Salaries 2026: Max Verstappen Tops the Grid
Read AlsoFormula 1 Driver Salaries 2026: Max Verstappen Tops the Grid

Setelah memantul dari dinding, mobil McLaren meluncur menuju area gravel dengan tiga sudut suspensi yang sudah rusak. Kerikil kemudian menghantam sisi kiri mobil dan memicu mobil terlempar ke udara dalam gerakan barrel roll yang sangat keras.

ADVERTISEMENT

Mobil Alonso berputar sekitar 540 derajat di udara dan sempat melayang selama sekitar 0,9 detik sebelum akhirnya mendarat di struktur benturan belakang mobil dengan gaya longitudinal puncak sekitar 20G.

“Anda seperti sedang terbang dan kemudian melihat langit, tanah, langit, tanah, dan Anda tidak tahu apa yang terjadi,” ujar Alonso setelah kecelakaan tersebut.

“Semua terasa terjadi lebih lambat dibanding yang terlihat dari luar.”

ADVERTISEMENT

Secara mengejutkan, Alonso mampu keluar dari mobil yang terbalik tersebut dengan berjalan sendiri. Namun pemeriksaan medis setelah balapan menunjukkan ia mengalami patah tulang rusuk serta paru-paru yang kolaps.

Cedera tersebut membuat Alonso harus absen dari balapan berikutnya di Bahrain Grand Prix. Posisi pembalap Spanyol itu kemudian digantikan oleh Stoffel Vandoorne yang menjalani debutnya di Formula 1 pada balapan tersebut.

Sementara itu, Gutiérrez yang langsung menghentikan mobilnya dan berlari menuju lokasi kecelakaan menggambarkan insiden tersebut sebagai momen yang “sangat menakutkan”.

ADVERTISEMENT

Setelah melakukan investigasi, steward balapan memutuskan bahwa tabrakan tersebut dikategorikan sebagai insiden balapan biasa tanpa ada pembalap yang dinilai sepenuhnya bersalah.

Satu dekade kemudian, kecelakaan tersebut masih sering dijadikan contoh penting mengenai perkembangan sistem keselamatan Formula 1 yang mampu melindungi pembalap bahkan dalam kecelakaan berkecepatan sangat tinggi.

ADVERTISEMENT

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free login.

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

Live Commentary / Indonesia Live Coverage

LIVE NOW

WRC 2026, Analisis & Rumor Hangat

WATCH LIVE
RECOMMENDED FOR YOU