Moto Rally, Sportrik Media - Reli Dakar 2026 resmi memasuki fase paling menentukan setelah rangkaian etape berat di padang pasir Arab Saudi menghadirkan kombinasi drama, kesalahan navigasi, dan duel strategi yang semakin tajam. Jalur dune pasir putih menuju Bisha menjadi titik pemisah antara kandidat juara sejati dan mereka yang mulai tersingkir oleh tekanan fisik maupun teknis.
Di kategori motor RallyGP, dinamika klasemen mengalami guncangan besar. Daniel Sanders kehilangan momentum setelah terlibat kecelakaan yang menyebabkan cedera pada bahu kiri. Insiden tersebut memaksanya mengendurkan tempo dan membuatnya tertinggal signifikan dari barisan terdepan. Dalam reli dengan margin waktu yang semakin rapat, kehilangan ritme pada fase marathon seperti ini memiliki dampak langsung terhadap peluang gelar.
Situasi tersebut dimanfaatkan secara maksimal oleh Luciano Benavides dan Adrien Van Beveren. Keduanya tampil agresif namun terkontrol, membaca lintasan pasir dengan presisi tinggi dan memanfaatkan posisi start untuk membangun keunggulan virtual. Performa mereka mengubah peta klasemen sementara dan menambah tekanan pada rival-rival utama di fase akhir reli.
Di sisi lain, Ricky Brabec kembali menunjukkan konsistensi sebagai senjata utama. Tanpa mengambil risiko berlebihan, pembalap Monster Energy Honda HRC tersebut tetap berada di kelompok depan, menjaga tekanan dalam duel strategis melawan kubu Red Bull KTM Factory Racing. Dalam konteks Dakar, pendekatan konservatif seperti ini sering kali menjadi kunci bertahan hingga garis akhir.
Pada kategori mobil Ultimate, perubahan klasemen berlangsung sama cepatnya. Nasser Al Attiyah kembali menegaskan reputasinya sebagai master manajemen reli dengan mengontrol ritme balap secara cermat. Tanpa harus memenangi setiap sektor, ia mampu memangkas selisih waktu dan merebut kembali kendali klasemen virtual. Strategi ini menjadi krusial di etape pasir panjang, di mana kesalahan kecil dapat berujung kerugian menit, bukan detik.
Sebaliknya, Nani Roma mengalami hari yang lebih sulit setelah kehilangan waktu signifikan akibat masalah ritme dan navigasi. Meski demikian, posisinya belum sepenuhnya tereliminasi dari persaingan, mengingat selisih antar kandidat papan atas masih sangat tipis. Carlos Sainz tetap berada dalam jarak kompetitif, mempertahankan tekanan konstan tanpa terjebak dalam kesalahan fatal yang sering muncul pada fase akhir Dakar.
Drama tidak hanya terjadi di kelas utama. Pada kategori Rally2, Neels Therić, yang telah meraih tiga kemenangan etape musim ini, harus menghentikan lomba di kilometer 272 akibat masalah mesin. Meski gagal menuntaskan etape, regulasi Rally2 memberinya peluang untuk kembali melanjutkan reli pada etape berikutnya, sebuah ketentuan yang menjaga aspek kompetitif sekaligus ketahanan mental para peserta muda.
Persaingan ketat juga tersaji di kategori lain. Di kelas Truk, duel antara Ales Loprais dan Vaidotas Zala berlangsung sengit, dengan perbedaan waktu yang terus berubah dari satu sektor ke sektor berikutnya. Sementara itu, di kelas Challenger dan SSV, rapatnya selisih waktu membuat setiap keputusan navigasi dan manajemen kecepatan menjadi sangat menentukan hingga kilometer terakhir.
Dengan medan yang semakin menguras fisik dan mental, Dakar 2026 kini benar-benar memasuki perang urat saraf. Navigasi presisi, keandalan teknis kendaraan, serta kecerdasan strategi akan menjadi pembeda utama antara mereka yang sekadar bertahan dan mereka yang mampu keluar sebagai juara. Pada fase ini, reli paling brutal di dunia tersebut tidak lagi dimenangkan oleh kecepatan semata, melainkan oleh kemampuan mengelola tekanan di tengah ketidakpastian padang pasir. Liputan lanjutan Dakar 2026 dapat diikuti melalui https://sportrik.com.



Diskusi & Komentar (0)
Silakan login untuk ikut berdiskusi.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!