Formula 1, Sportrik Media - Juara dunia Formula 1 1996, Damon Hill, meyakini bahwa Lando Norris memiliki kapasitas untuk meraih lebih dari satu gelar juara dunia Formula 1, menyusul keberhasilannya menjuarai musim 2025 bersama McLaren.
Norris mengamankan gelar juara dunia perdananya dengan cara dramatis, finis ketiga di Grand Prix Abu Dhabi dan menahan tekanan hingga balapan terakhir dari Max Verstappen. Selisih dua poin di klasemen akhir memastikan Norris keluar sebagai juara dunia pembalap, sekaligus mengukir namanya dalam daftar eksklusif juara Formula 1 sejak kejuaraan dimulai pada 1950.

Keberhasilan tersebut juga menandai berakhirnya dominasi panjang Verstappen dan menempatkan Norris sebagai pusat perhatian menjelang musim berikutnya. Dalam sejarah Formula 1, jauh lebih sedikit pembalap yang mampu menambah koleksi gelar juara setelah gelar pertama, namun Hill menilai Norris memiliki mentalitas yang tepat untuk melampaui pencapaian satu titel saja.
“Dia sudah melakukannya, dan ada rasa nyaman besar yang datang dari situ,” ujar Hill kepada Stay on Track Podcast.
“Dia akan bisa, sampai tingkat tertentu, lebih rileks. Ini soal seberapa besar hasrat Anda untuk terus menang.”
Hill membandingkan situasi Norris dengan pengalaman juara dunia sebelumnya, termasuk bagaimana satu gelar justru bisa menjadi pemicu untuk kesuksesan berkelanjutan.
“Saya selalu berpikir ketika Michael memenangkan satu, dua, tiga, empat, lima kejuaraan, dia pasti sudah cukup,” lanjut Hill.
“Tetapi dia justru terus memenangkan satu atau dua lagi.”
Menurut Hill, Norris termasuk tipe pembalap yang terdorong oleh keberhasilan awal untuk mengejar target yang lebih besar.
“Bagi sebagian orang, itu justru mendorong mereka untuk memenangkan banyak kejuaraan,” katanya.
“Saya benar-benar yakin Lando punya lebih dari satu gelar di dalam dirinya. Saya pikir dia mungkin bisa meraih tiga atau empat.”
Keberhasilan Norris pada 2025 juga membuatnya finis di depan rekan setimnya, Oscar Piastri, yang sempat memimpin klasemen pembalap selama sebagian besar musim. Duel internal McLaren tersebut menjadi salah satu faktor kunci dalam perebutan gelar hingga balapan terakhir.
Hill menilai persaingan internal itu justru akan semakin intens, dengan Piastri diperkirakan tampil lebih kuat setelah belajar dari kegagalannya merebut gelar juara dunia.
“Pertanyaannya adalah Oscar, karena dia berada di tim yang sama, dan Oscar sama sekali tidak tampil buruk,” jelas Hill.
“Ada momen-momen ketika dia kehilangan poin tahun lalu.”
Hill memperkirakan Piastri akan menggunakan jeda musim dingin untuk mengevaluasi detail kecil yang membuatnya kehilangan peluang gelar.
“Dia akan melalui musim dingin dan berpikir, ‘Apa yang harus saya lakukan untuk menutup celah-celah kecil dalam performa saya?’”
“Dia akan menemukan cara agar itu tidak terjadi lagi.”
Dengan Norris, Piastri, dan Verstappen telah terlibat langsung dalam perebutan gelar hingga akhir musim, Hill percaya ketiganya akan membawa pembelajaran besar ke musim berikutnya.
“Mereka berdua sudah melalui pertarungan gelar dengan diri mereka sendiri dan dengan Max sampai akhir,” ujarnya.
“Mereka akan belajar banyak dari pengalaman itu.”
Hill menutup dengan menegaskan bahwa meskipun McLaren memiliki duet yang sangat kuat, dinamika internal tim akan berubah seiring meningkatnya determinasi Piastri.
“Ini akan menjadi pasangan yang sangat kuat,” kata Hill.
“Tetapi akan ada tekad yang lebih besar dari Oscar di dalam tim untuk mencegah Lando mengalahkannya lagi.”
Secara keseluruhan, dukungan Hill menegaskan bahwa tantangan terbesar bagi Norris ke depan mungkin bukan berasal dari rival eksternal, melainkan dari dalam timnya sendiri. Dengan McLaren memasuki musim baru sebagai juara bertahan dan Norris sebagai pembalap nomor satu, pertarungan internal serta ambisi mempertahankan gelar akan menjadi salah satu cerita utama Formula 1 musim mendatang.



Diskusi & Komentar (0)
Silakan login untuk ikut berdiskusi.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!