Formula 1, Sportrik Media - Christian Horner dikabarkan tengah mengupayakan kembali ke paddock Formula 1 delapan bulan setelah meninggalkan Red Bull Racing, dengan target hanya bergabung pada proyek yang kompetitif.
Horner, yang memimpin Red Bull meraih enam gelar konstruktor dalam dua dekade, hengkang pada Juli 2025 setelah dinamika internal dan perebutan pengaruh di dalam struktur manajemen tim. Sejak itu, pria berusia 52 tahun tersebut disebut hanya akan kembali dalam kapasitas kemitraan strategis, bukan sekadar posisi manajerial biasa.
Salah satu opsi yang mengemuka adalah keterlibatan di proyek Alpine, di mana Horner dilaporkan menjadi bagian dari konsorsium yang berdiskusi dengan MSP Sports Capital. Struktur kepemilikan dan arah teknis Alpine yang sedang bertransisi dinilai membuka ruang bagi figur berpengalaman untuk masuk dalam level pengambilan keputusan.

Namun spekulasi juga merembet ke Ferrari. Meski ketua Ferrari John Elkann secara publik menyatakan dukungan terhadap prinsipal saat ini, Fred Vasseur, rumor tetap beredar di tengah tekanan performa dan ekspektasi tinggi terhadap tim Maranello.
Isu tersebut turut memicu respons dari pembalap Ferrari. Lewis Hamilton menyebut rumor tersebut mengganggu fokus tim, sementara Charles Leclerc mengungkapkan frustrasinya terhadap spekulasi berkelanjutan di sekitar struktur manajemen.
Mantan pembalap Formula 1 Juan Pablo Montoya bahkan menyarankan Ferrari mempertimbangkan Horner sebagai opsi strategis, mengingat rekam jejaknya dalam membangun organisasi yang konsisten meraih gelar.
Hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari pihak terkait. Namun dengan era regulasi baru 2026 yang menuntut stabilitas teknis dan manajemen jangka panjang, potensi kembalinya Horner menjadi salah satu dinamika menarik dalam lanskap Formula 1 musim ini.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!