CEO Aprilia Racing Massimo Rivola secara terbuka mengungkapkan berbagai emosi yang bercampur aduk di dalam garasi timnya menyusul keputusan pembatalan balapan utama MotoGP Australia di sirkuit Phillip Island akibat cuaca ekstrem yang melanda akhir pekan lalu.
Situasi tersebut menciptakan respons yang sangat kontras di kubu pabrikan Noale. Marco Bezzecchi merasakan kekecewaan mendalam karena kehilangan peluang emas untuk bertarung di barisan depan, sementara rival dalam perebutan gelar justru diuntungkan oleh situasi pembatalan tersebut, dan pimpinan tim merasa sedih melihat akhir dari era balapan di sirkuit legendaris tersebut.
Saya yakin bahwa Marco merasa sedikit kesal karena dia melihat sebuah peluang besar, ujar Massimo Rivola ketika membahas performa pembalapnya yang sempat menguasai sesi latihan bebas hari Jumat sebelum harus puas P9 di kualifikasi basah, serta finis keempat yang impresif pada sesi Sprint hari Sabtu.

Meskipun hujan deras telah diprediksi sebelumnya, faktor utama yang memaksa pembatalan balapan hari Minggu adalah buruknya jarak pandang yang membuat helikopter medis tidak dapat beroperasi dengan aman sesuai regulasi keselamatan FIM dan Dorna Sports.
Secara pribadi saya membawa keluarga saya ke sini karena saya bilang kepada mereka bahwa mereka harus melihat balapan terakhir di Phillip Island, dan ternyata mereka melakukan perjalanan empat hari dengan sia-sia, keluh Rivola sembari menyayangkan ketidakmampuan tim memaksimalkan potensi kecepatan kering mereka dalam rangkaian seri flyaway musim ini.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!