Nico Hulkenberg kembali harus menelan pil pahit setelah kembali finis di posisi ke-11 dalam ajang Formula 1 Grand Prix Amerika Serikat di Circuit of the Americas, Austin. Pembalap asal Jerman tersebut harus mengakui keunggulan Liam Lawson yang membela panji Racing Bulls di posisi kesembilan serta Pierre Gasly dari Alpine yang mengamankan tempat kesepuluh, membuat mobilnya kembali pulang tanpa tambahan poin berharga di klasemen.
Masalah pelik sebenarnya sudah menghantam jalurnya sejak lampu start padam dan rombongan melibas tikungan pertama. Memulai lomba dari grid ke-11, ia justru merosot tajam hingga terlempar ke peringkat ke-16 pada penghujung lap pembuka. Selepas balapan rampung, sang pembalap membeberkan secara blak-blakan apa yang sebenarnya terjadi di kokpit mobilnya kepada awak media.
Ia menjelaskan bahwa selepas peluncuran awal yang berjalan cukup ideal, sistem pengaman mesin mendadak masuk ke pengaturan khusus secara terlambat. Menurut keterangannya, situasi tersebut sempat membingungkan karena kendala muncul bukan di meter pertama, melainkan beberapa saat berselang setelah fase awal start berhasil dilewati dengan baik oleh kendaraannya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa insiden tak terduga itu langsung merusak strategi balapannya secara keseluruhan sejak awal lomba. Setelah berhasil melewati fase-fase sulit dan memulihkan ritme balap hingga kembali ke posisi start semula, jarak ketertinggalan waktu dari para rival di depan telanjur menganga lebar dan sangat sulit untuk ditutup kembali di atas lintasan.
Kondisi pace atau kecepatan mobil yang setara dengan para pesaing langsung di depannya membuat usaha pengejaran menjadi misi yang hampir mustahil. Dengan selisih waktu sekitar delapan hingga sepuluh detik yang tercipta akibat kekacauan lap pembuka, jarak tersebut praktis tidak berubah sepanjang sisa balapan karena performa mobil yang identik di antara para pembalap tersebut.
Catatan minor ini semakin mempertegas tren kurang beruntung yang terus membayangi sepanjang kalender balap musim ini. Finis di posisi ke-11 tercatat sudah terjadi sebanyak sepuluh kali dari total 18 seri yang telah rampung diselenggarakan, menjadikannya langganan tetap di ambang batas zona perolehan poin dan memicu tanda tanya besar di garasi tim.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!