Max Verstappen mengamankan podium kesepuluhnya pada musim Formula 1 2026 di Austin, yang merupakan podium keenam secara beruntun sejak insiden kecelakaannya di Zandvoort. Statistik yang tampak impresif ini nyatanya gagal memuaskan sang juara bertahan di Circuit of the Americas, menyusul serangkaian kendala teknis dan taktik yang berantakan sepanjang akhir pekan.
Pada sesi hari Sabtu, kecepatan RB22 sebenarnya sangat menjanjikan untuk merebut pole position, terutama lewat catatan waktu fantastis Verstappen pada Q2. Namun, hilangnya cengkeraman ban secara misterius di Q3 merusak peluang tersebut. Memasuki hari balapan, ritme kecepatan sebenarnya masih mumpuni untuk memburu kemenangan, tetapi akumulasi kesalahan kecil membuat peluang itu menguap begitu saja di tangan Red Bull.
"Rasanya cukup membuat frustrasi, jujur saja, ini bukan balapan yang bagus bagi kami," ungkap Verstappen dalam konferensi pers pascalomba. Kekecewaan tersebut berakar dari pemilihan strategi ban yang keliru, di mana kompon lunak gagal bekerja optimal di atas lintasan Austin, sementara para rival mampu melaju kencang menggunakan kompon lebih keras.

Selain masalah ban dan inkonsistensi power unit yang dikeluhkan karena mengganggu ritme berkendara di setiap tikungan, dua isu lama yang terus berulang turut mencoreng performa tim. Verstappen secara blak-blakan menyoroti buruknya komunikasi radio serta masalah start yang belum juga teratasi. Beruntung, ia masih mampu mengamankan posisi penting di garis finis meskipun pit stop yang lambat semakin memperburuk situasi mereka.
Team Principal Laurent Mekies juga mengakui bahwa kesalahan dalam membaca jendela kerja ban menjadi titik balik kegagalan tim memanfaatkan keunggulan performa yang sebelumnya sempat menjadi senjata utama mereka di seri-seri sebelumnya.




Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!