SPONSORED

Christian Horner Bongkar Pertemuan Rahasia Lewis Hamilton dan Red Bull di 2012

Notifikasi
Farhan Ariadi
Farhan Ariadi
0
Christian Horner Bongkar Pertemuan Rahasia Lewis Hamilton dan Red Bull di 2012
TO NEWS OVERVIEW
Lewis Hamilton approached Red Bull, according to Christian Horner's new book

Kepala tim Red Bull Racing, Christian Horner, secara mengejutkan mengungkapkan bahwa Lewis Hamilton sempat berkeinginan untuk bergabung dengan skuad Milton Keynes sebelum memutuskan pindah ke Mercedes pada akhir musim Formula 1 2012. Hubungan masa lalu yang menarik ini dibongkar langsung melalui buku otobiografi terbarunya yang berjudul Drive, memberikan sudut pandang baru mengenai salah satu transfer paling ikonik dalam sejarah ajang balap jet darat.

Pada masa tersebut, Hamilton yang meraih gelar juara dunia perdananya bersama McLaren pada 2008 mulai merasa frustrasi di tengah serangkaian kegagalan mekanis. Horner menceritakan bagaimana ia awalnya kerap bertegur sapa secara santai di area paddock, hingga sebuah panggilan telepon dari ayah sang juara dunia mengubah dinamika negosiasi secara drastis.

Pertemuan rahasia pun akhirnya digelar secara tertutup di kediaman perancang legendaris Adrian Newey yang berlokasi di dekat Ascot. Dalam pertemuan tersebut, sang pembalap asal Inggris secara terbuka melontarkan pertanyaan langsung mengenai apa yang dibutuhkan untuk bisa bergabung dengan skuad pabrikan minuman energi tersebut demi bertandem dengan Sebastian Vettel.

Christian Horner Buka-Bukaan Soal Tekanan ke Michael Masi di F1 Abu Dhabi 2021
Baca JugaChristian Horner Buka-Bukaan Soal Tekanan ke Michael Masi di F1 Abu Dhabi 2021

Meskipun Newey tampak sangat antusias dengan prospek menyatukan dua talenta luar biasa dalam satu garasi, penasihat senior Helmut Marko justru menunjukkan keraguan yang cukup besar. Marko merasa kehadiran pembalap bintang asal Inggris itu berpotensi mengganggu posisi Sebastian Vettel yang merupakan anak emas di dalam tim utama Red Bull.

ADVERTISEMENT

Kendala terbesar yang akhirnya menghentikan langkah transfer impian tersebut adalah permintaan bayaran fantastis yang diajukan oleh pihak manajemen. Horner menyebut bahwa Red Bull harus merogoh kocek sangat dalam untuk memenuhi tuntutan finansial tersebut, yang membuat kesepakatan urung terwujud sebelum sang pembalap akhirnya menjatuhkan pilihan akhir ke kubu panah perak.

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU