Alpine mengungkap telah menemukan indikasi penting terkait hilangnya performa Pierre Gasly pada Formula 1 GP Miami 2026. Tim asal Enstone tersebut melakukan investigasi internal setelah Gasly secara mengejutkan kalah kompetitif dibanding rekan setimnya, Franco Colapinto, sepanjang akhir pekan di Miami International Autodrome.
Performa Gasly di Miami menjadi anomali besar dibanding tiga seri awal musim ketika pembalap Prancis itu secara konsisten unggul atas Colapinto dalam qualifying maupun race pace. Di Miami, Colapinto justru mampu lolos di posisi kedelapan pada sprint qualifying dan grand prix qualifying, sementara Gasly hanya berada di posisi kesepuluh pada kedua sesi tersebut. Balapan utama semakin buruk bagi Gasly setelah insiden dengan Liam Lawson membuat mobil Alpine miliknya terbalik dan gagal finis.
Managing Director Team Enstone, Steve Nielsen, menjelaskan bahwa Alpine langsung melakukan analisis data menyeluruh setelah Miami untuk memahami penurunan performa mendadak tersebut. Menurut Nielsen, tim kini telah menemukan beberapa petunjuk teknis yang diyakini menjadi penyebab utama ketidaknyamanan Gasly di dalam kokpit A526.

"Kami melakukan investigasi mendalam di sisi Pierre untuk memahami mengapa performanya berbeda dibanding awal musim. Kami memiliki beberapa ide dan bukti terkait apa yang terjadi, dan kami berharap kedua mobil bisa kembali bersaing di zona poin di Kanada," ujar Nielsen.
Meski Alpine belum mengungkap detail teknis secara spesifik, Gasly sebelumnya beberapa kali mengeluhkan masalah traksi keluar tikungan lambat sepanjang akhir pekan Miami, terutama di sektor Turn 11 dan Turn 17 yang sangat bergantung pada stabilitas akselerasi belakang. Data telemetry menunjukkan wheelspin sebenarnya menurun dibanding sesi Jumat, namun Gasly tetap mengalami fase akselerasi yang tidak konsisten, membuatnya kehilangan waktu secara signifikan dibanding Colapinto.
Kondisi tersebut mengindikasikan kemungkinan masalah pada keseimbangan mechanical grip atau karakter distribusi torsi saat fase throttle application. Di sirkuit stop-and-go seperti Miami, gangguan kecil pada rear traction dapat berdampak besar terhadap temperatur ban belakang dan efisiensi deployment tenaga hybrid, terutama saat keluar dari tikungan ke straight panjang.
Gasly sendiri mengakui ia tidak pernah benar-benar nyaman dengan karakter mobil sepanjang akhir pekan Miami. Pembalap berusia 30 tahun itu menyebut Alpine kini sudah memiliki arah solusi menjelang GP Kanada, dengan fokus utama mempertahankan momentum positif tim di awal musim.
"Saya tidak merasa sepenuhnya nyaman dengan mobil di Miami, jadi kami mencoba memahami penyebabnya. Saya rasa kami sudah memiliki beberapa jawaban dan arah pengembangan untuk Kanada," kata Gasly.
Di sisi lain, performa Colapinto menjadi sorotan positif terbesar bagi Alpine musim ini. Pembalap Argentina tersebut meraih hasil terbaik dalam karier Formula 1-nya dengan finis ketujuh setelah penalti pascabalapan untuk Charles Leclerc. Hasil itu membantu Alpine mengoleksi 23 poin konstruktor hanya dalam empat seri, melampaui total 22 poin yang mereka raih sepanjang musim 2025 ketika tim finis di posisi terakhir klasemen.
Peningkatan performa Alpine musim ini memperlihatkan kemajuan signifikan pada paket aerodinamika dan efisiensi operasional A526 dibanding musim lalu. Namun investigasi terhadap masalah Gasly menunjukkan tim masih menghadapi sensitivitas setup tertentu yang dapat memengaruhi konsistensi performa antar pembalap, terutama di sirkuit dengan karakter traksi tinggi seperti Miami.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!