Formula 1, Sportrik Media - Presiden dan CEO Formula 1, Stefano Domenicali, menegaskan pentingnya Scuderia Ferrari memiliki rencana yang jelas dan terstruktur untuk bangkit, menyusul performa mengecewakan mereka sepanjang musim 2025.
Ferrari menutup musim lalu tanpa satu pun kemenangan grand prix dan hanya finis keempat di klasemen konstruktor, tertinggal 435 poin dari juara bertahan McLaren. Hasil tersebut menjadi kemunduran tajam dibandingkan musim 2024, ketika Ferrari hanya terpaut 14 poin dari gelar juara dunia konstruktor pertama mereka sejak 2008.
Secara individu, Charles Leclerc masih mampu menyelamatkan sebagian wajah Ferrari dengan torehan tujuh podium. Namun musim debut Lewis Hamilton bersama Ferrari justru menjadi sorotan negatif, karena untuk pertama kalinya dalam 19 musim karier Formula 1-nya, Hamilton gagal finis tiga besar dalam satu balapan pun.
Menghadapi situasi tersebut, Ferrari mengambil keputusan strategis lebih awal dengan menghentikan pengembangan aerodinamika SF-25 pada akhir April. Fokus tim dialihkan sepenuhnya ke persiapan regulasi 2026, yang dipandang sebagai perubahan teknis terbesar dalam sejarah Formula 1 dan peluang nyata untuk merombak ulang daya saing tim.
Domenicali, yang pernah menjabat sebagai prinsipal Ferrari selama tujuh musim antara 2008 hingga 2014, menilai pendekatan tersebut harus dibarengi dengan kepemimpinan yang tenang dan arah yang konsisten.
“Saya orang yang selalu berpikir positif,” ujar Domenicali dalam wawancara dengan Sky Sports News.
“Tidak perlu menangis, tidak perlu selalu bersikap negatif. Mereka harus punya rencana.”
Ia meyakini bahwa struktur kepemimpinan Ferrari saat ini telah menyusun arah yang jelas, termasuk peran prinsipal Fred Vasseur serta dua pembalap utamanya.
“Saya yakin Fred, Lewis, dan Charles punya rencana, dan itulah yang paling penting,” lanjut Domenicali.
“Yang penting adalah bereaksi, bukan memudar, seolah-olah finis keempat itu hal yang normal.”
Menurut Domenicali, Ferrari yang kompetitif bukan hanya penting bagi tim itu sendiri, tetapi juga bagi Formula 1 sebagai sebuah kejuaraan global yang bergantung pada kekuatan merek dan sejarah.
“Kami ingin Ferrari yang kuat, dan mereka pantas berada di posisi yang lebih baik,” katanya.
“Mereka harus memastikan energi yang tepat dan arah yang benar, karena untuk musim ini semua orang bicara, tetapi sebenarnya belum ada yang benar-benar tahu posisi siapa di mana.”
Domenicali juga mengingatkan bahwa musim 2025 telah menjadi contoh bagaimana fokus terhadap regulasi baru dapat memengaruhi performa jangka pendek, sekaligus membuka peluang perubahan signifikan di masa depan.
“Kalau Anda lihat apa yang terjadi tahun lalu, semua orang sudah tahu apa yang akan datang dengan aturan baru,” tambahnya.
“Jadi tetap ikuti perkembangannya, karena di setiap balapan akan selalu ada evolusi.”
Secara keseluruhan, pesan Domenicali menegaskan bahwa kebangkitan Ferrari tidak akan ditentukan oleh satu hasil instan, melainkan oleh konsistensi arah, disiplin eksekusi, dan kesiapan menghadapi era baru Formula 1. Dengan regulasi 2026 semakin dekat, tekanan terhadap Ferrari untuk membuktikan bahwa mereka benar-benar memiliki rencana kini semakin besar.
Menurut Anda, apakah strategi Ferrari fokus penuh ke regulasi baru adalah keputusan yang tepat, atau justru terlalu berisiko? Sampaikan pendapat Anda di kolom komentar.



Diskusi & Komentar (0)
Silakan login untuk ikut berdiskusi.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!