Rally Sweden 2026, Sportrik Media - Elfyn Evans kembali menegaskan statusnya sebagai penantang gelar utama setelah memenangi Rally Sweden untuk ketiga kalinya dalam kariernya, mengungguli rekan setimnya di Toyota, Takamoto Katsuta. Dominasi Toyota Gazoo Racing berlanjut, dengan seluruh pembalapnya tampil kompetitif di putaran kedua Kejuaraan Dunia Reli FIA (WRC) 2026.
Berikut sejumlah pelajaran penting yang dapat ditarik dari putaran bersalju di Umeå:

Evans Tunjukkan Konsistensi Juara
Konsistensi Evans kembali menjadi pembeda. Seperti musim lalu, ia finis kedua di Monte Carlo sebelum meraih kemenangan di Swedia. Hingga dua putaran pertama, pola perolehan poinnya hampir identik dengan 2025, menegaskan stabilitas performa pembalap Wales tersebut.

Di tengah sorotan terhadap Oliver Solberg, Evans justru mengirim pesan kuat bahwa pengalaman dan konsistensi masih menjadi kunci perebutan gelar. Sejak 2024, ia hampir tak pernah gagal mencetak poin, menjadikannya pembalap paling andal di klasemen saat ini.

Solberg Hadapi Ujian Pertama
Solberg untuk pertama kalinya menghadapi tekanan memimpin klasemen sekaligus membuka jalan di Swedia. Tugas sebagai pembuka lintasan membuatnya kesulitan memaksimalkan grip di SS3, yang akhirnya menghambat peluangnya meraih podium.
Meski finis keempat bukan hasil ideal di reli kandangnya, jarak 13 poin dari Evans masih menjaga peluangnya tetap terbuka. Namun reli ini memperlihatkan sisi lain dari pembalap muda tersebut: sedikit ketidaksabaran ketika menghadapi tekanan posisi terdepan.

Neuville dan Hyundai Kian Tertekan
Juara dunia 2024, Thierry Neuville, mengakui periode ini sebagai salah satu fase tersulit dalam kariernya. Setelah hasil kurang maksimal di Monte Carlo, Swedia diharapkan menjadi momentum kebangkitan bagi Hyundai Motorsport, namun realitas di lintasan menunjukkan sebaliknya.
Meski memenangkan powerstage, secara keseluruhan Neuville dan Hyundai belum menemukan harmoni optimal dengan i20 N Rally1 spek terbaru. Tanpa solusi cepat, Toyota berpotensi kembali menjauh dalam perebutan gelar pembalap dan konstruktor.

Lappi Jadi Aset Strategis Hyundai
Kembalinya Esapekka Lappi setelah 17 bulan absen menjadi salah satu cerita menarik. Ia tampil solid dan secara kecepatan bahkan mengungguli rekan setimnya yang memburu gelar.
Sikap profesionalnya terlihat ketika secara sukarela memberi posisi kepada Adrien Fourmaux demi tambahan poin tim. Pendekatan tanpa tekanan terhadap masa depan justru membuat Lappi tampil lebih rileks dan efektif, menjadikannya pilihan tepat bagi Hyundai musim ini.

Armstrong Tunjukkan Potensi Besar
Jon Armstrong kembali memperlihatkan progres signifikan bersama M-Sport Ford. Meski sempat melakukan kesalahan di etape pembuka, ia bangkit dan menunjukkan kecepatan kompetitif, bahkan mengungguli rekan setimnya.
Dengan baru dua kali start di Rally1, Armstrong memperlihatkan kematangan yang mengesankan. Perkembangannya memberi tekanan tambahan dalam struktur internal tim, terutama terhadap pembalap penuh waktu lainnya.

Pajari Bangkit dari Monte Carlo
Sami Pajari berhasil menebus kekecewaan Monte Carlo dengan finis podium di Swedia. Dukungan penuh Toyota terbukti krusial dalam mengembalikan kepercayaan dirinya.
Hasil ini menandai titik balik penting bagi Pajari, yang kini kembali fokus mengejar target utama musim ini: kemenangan perdana di kelas Rally1.
Dengan Toyota menguasai jalannya dua putaran awal musim, tantangan kini berada di pundak Hyundai dan rival lainnya untuk merespons cepat sebelum kejuaraan memasuki rangkaian reli gravel berikutnya.



Diskusi & Komentar (0)
Silakan login untuk ikut berdiskusi.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!