WRC, Sportrik Media - Oliver Solberg dari Toyota Gazoo Racing WRT mengakui tidak pantas meraih podium pada Rally Sweden 2026 setelah finis keempat dan tertinggal hampir 30 detik dari peringkat ketiga.
Datang dengan status pemenang Rally Monte Carlo pembuka musim, Solberg menghadapi tantangan berat sebagai pembalap pertama di jalan pada reli bersalju tersebut. Dalam kondisi lapisan salju tebal, tugas membersihkan jalur menjadi kerugian strategis signifikan. Meski sempat memimpin usai etape pembuka di Umeå, reli Solberg terganggu oleh stall pada etape kedua dan dua kali keluar lintasan di Andersvattnet, yang secara efektif merusak momentum awalnya.
“Saya memberi ekspektasi besar pada diri sendiri, tetapi akhir pekan ini menjadi pelajaran penting untuk memahami bagaimana rasanya menjadi yang pertama di jalan,” ujar Solberg dalam pernyataan resmi.

“Saya tidak menyangka akan sesulit dan selicin itu. Kesalahan pada Jumat dan posisi start keesokan harinya membuat saya berada di posisi defensif sepanjang reli. Setelah Jumat, saya harus puas dengan hasil akhir. Saya tidak merasa pantas lebih dari posisi keempat.”
Pada akhir hari pertama, Solberg turun ke posisi keenam dengan selisih 51 detik dari pimpinan lomba. Ia sempat menyalip duo Hyundai Motorsport yakni Esapekka Lappi dan Adrien Fourmaux, namun gagal memangkas jarak signifikan dengan rekan setimnya di Toyota. Margin terhadap pemenang reli Elfyn Evans akhirnya melebar menjadi 1 menit 11,6 detik saat finis.
“Saya tidak pernah benar-benar menemukan feeling atau ritme sepanjang akhir pekan,” tambah Solberg.
“Saya tidak ingin memaksakan terlalu keras karena tidak memiliki kepercayaan penuh pada grip. Itu membuat situasinya semakin sulit.”
Sweden sebelumnya diprediksi menjadi ajang yang lebih menguntungkan bagi Solberg dibanding Monte Carlo, mengingat karakter lintasan es yang sesuai dengan gaya mengemudinya di GR Yaris Rally1. Namun minimnya persiapan, pengalaman pertama menjadi pembuka jalan, serta kondisi salju lebih tebal dibanding musim lalu membatasi potensinya.
Finis keempat di Swedia, ditambah posisi ketiga pada klasifikasi Super Sunday dan keempat di Power Stage, menempatkan Solberg 13 poin di belakang Evans yang kini memimpin klasemen pembalap FIA World Rally Championship. Sementara itu, Sébastien Ogier turun ke posisi keenam klasemen dengan selisih 42 poin setelah absen pada putaran Swedia.
Dengan dua putaran awal menyajikan dinamika berbeda, pertarungan gelar WRC 2026 mulai membentuk pola kompetitif yang lebih kompleks. Momentum kini berpindah ke seri berikutnya, di mana adaptasi terhadap karakter lintasan baru akan kembali menentukan arah perburuan gelar musim ini.



Diskusi & Komentar (0)
Silakan login untuk ikut berdiskusi.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!