WRC, Sportrik Media - Elfyn Evans dari Toyota Gazoo Racing WRT menaklukkan kondisi ekstrem Rally Sweden 2026 di Umeå dalam suhu mendekati minus 30 derajat, satu-satunya putaran musim dingin dalam kalender FIA World Rally Championship musim ini.
Reli di kawasan utara Swedia tersebut kembali menjadi laboratorium teknis bagi regulasi Rally1 di bawah pengawasan FIA. Mobil bermesin 1.6 liter turbo itu melesat di atas 190 km/jam di atas permukaan es padat berkat ratusan paku baja tujuh milimeter pada ban musim dingin. Kalibrasi diferensial tengah, distribusi torsi, serta pengaturan suspensi disesuaikan untuk menjaga stabilitas lateral di sektor hutan sempit yang membeku total.
Evans memaksimalkan strategi posisi start untuk mengurangi dampak salju longgar di etape awal, sebuah faktor yang kerap menentukan selisih waktu signifikan. Pendekatan agresif Toyota dalam pengaturan torsi memberi keuntungan saat akselerasi keluar tikungan es sempit. Di sisi lain, tekanan konsisten datang dari Thierry Neuville yang memimpin perlawanan Hyundai Motorsport, dengan filosofi set-up yang lebih fokus pada traksi awal dan respons throttle progresif.

Perbandingan performa kedua pabrikan memperlihatkan karakter berbeda antara paket teknis Toyota dan Hyundai. Toyota mengutamakan stabilitas kecepatan tinggi di sektor lurus panjang, sementara Hyundai berupaya memaksimalkan rotasi mobil di tikungan lambat bersalju tebal. Faktor komunikasi antara pembalap dan co-driver menjadi penentu saat visibilitas menurun pada fase senja.
“Kondisi es di sini selalu berubah. Anda harus membaca grip setiap kilometer dan menyesuaikan gaya mengemudi,” ujar Elfyn Evans dalam keterangan resmi tim.
Di balik struktur organisasi, kepemimpinan Jari-Matti Latvala di kubu Toyota dan arahan strategis Cyril Abiteboul di Hyundai memainkan peran penting dalam pengambilan keputusan set-up serta manajemen risiko. Pendekatan kolektif ini memperlihatkan bagaimana aspek teknis dan manajerial menyatu dalam perebutan poin maksimal.
Hasil di Swedia memperketat jarak klasemen pembalap dan konstruktor musim 2026, sekaligus menegaskan bahwa reli musim dingin tetap menjadi variabel teknis paling kompleks dalam kalender WRC. Setelah panggung es Skandinavia, kejuaraan bergerak menuju karakter lintasan berbeda yang akan kembali menguji ketahanan mekanis dan konsistensi strategi dalam fase berikutnya musim ini.



Diskusi & Komentar (0)
Silakan login untuk ikut berdiskusi.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!