Jamie Whincup, bos Triple Eight Race Engineering, mengungkapkan rasa lega setelah Supercars mengambil tindakan cepat untuk mengatasi ketidakseimbangan teknis antara Camaro dan Mustang. Dalam sebuah percakapan eksklusif, Whincup menyebut bahwa tanpa intervensi, akhir pekan balapan bisa berubah menjadi 'farce' yang merugikan sport dan para penggemar.
Pemicunya adalah perubahan pra-event yang dilakukan Supercars pada mobil Camaro, yang menurut tim Ford telah membawa Chevrolet keluar dari 'parity box' yang disepakati. Perubahan tersebut membuat Camaro memiliki downforce berlebih, terbukti dari dominasi mereka di tiga sesi latihan bebas. Melihat hal itu, Whincup bersama petinggi Grove Racing, Stephen dan Brenton Grove, menggelar pertemuan darurat dengan Supercars pada Jumat malam.
"Saya merasa seperti akan dibunuh, jadi saya memulai proses dengan sederhana, 'hei kawan, saya pikir Anda akan membunuh kami'," ujar Whincup kepada Speedcafe. "Ketika tidak ada tindakan, Anda harus meningkatkan tekanan, tapi untungnya tidak sampai pada titik di mana kami harus meninggalkan diskusi. Jika perlu lebih jauh, kami akan melakukannya, tapi untungnya kami bisa duduk dan berbicara baik-baik."

Supercars merespons dengan mengurangi sudut maksimum sayap belakang Camaro sebesar 0,3 derajat pada Sabtu pagi. Langkah ini diharapkan dapat memangkas keuntungan downforce yang diperoleh dari perubahan sebelumnya. Whincup menyambut baik keputusan tersebut dan mengapresiasi Supercars karena mau mengakui kesalahan dan memperbaikinya. "Mereka menyadari pagi ini bahwa itu masalah dan mereka membuat perubahan untuk membawa Camaro kembali ke parity box," tambahnya.
Insiden ini menyoroti betapa sensitifnya keseimbangan performa di era Gen3, di mana Supercars telah berinvestasi besar dalam pengujian terowongan angin Windshear di AS untuk memastikan paritas. Whincup menegaskan bahwa jika timnya kalah akhir pekan ini, itu bukan karena kurangnya paritas teknis, melainkan faktor lain. "Saya yakin jika kami kalah, itu bukan karena paritas, tapi karena hal lain. Itu skenario yang sangat berbeda dari 12 jam yang lalu," tegasnya.
Ada pula spekulasi bahwa tim Ford sengaja 'sandbagging' di latihan untuk memperkuat argumen paritas. Namun, Whincup membantahnya. "Kami benar-benar tampil maksimal kemarin," ujarnya. "Itu terlihat di pertengahan sesi ketika Broc memakai ban baru dengan bahan bakar rendah, dan kami dihancurkan oleh pembalap yang secara umum ..." (dipotong).
Dengan perubahan ini, diharapkan persaingan di lintasan menjadi lebih adil dan menarik. Para penggemar bisa menantikan balapan yang ketat tanpa intervensi teknis yang mencurigakan. Seperti kata Whincup, "Mereka bereaksi dan melakukan hal yang benar untuk semua orang: sport, penggemar, tim."
Keputusan Supercars ini juga menjadi preseden penting untuk masa depan, menunjukkan bahwa dialog antara tim dan penyelenggara dapat menghasilkan solusi tanpa perlu jalur hukum. Whincup sendiri mengaku siap mengambil langkah hukum jika diperlukan, tetapi bersyukur tidak sampai ke sana. "Kami bisa duduk dan berbicara baik-baik dan menyelesaikannya," pungkasnya.




Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!