Pembalap Ferrari, Millroy, yang mengalami kecelakaan hebat pada balapan pembuka China GT di Shanghai, kini menghadapi kenyataan pahit setelah pemeriksaan CT scan mengungkap adanya fraktur kecil di leher. Cedera ini ditemukan seminggu setelah insiden yang membuatnya harus dirawat intensif di rumah sakit.
Kecelakaan itu terjadi ketika mobil FIST Team AAI Ferrari 296 GT3 yang dikemudikannya dihantam oleh Ferrari Harmony Racing yang dikendarai David Chen. Chen sebelumnya terlibat pertarungan ketat dengan BMW M6 TBC by 610 Racing milik Neil Verhagen, yang berujung pada tabrakan dan membuat kedua mobil melintir ke rumput mendekati tikungan hairpin. Millroy langsung tak sadarkan diri dan harus dievakuasi dari mobilnya oleh pembalap Phantom Global Racing, Loek Hartog, yang kemudian dipuji sebagai pahlawan.
Dalam pernyataannya melalui Instagram, Millroy mengungkapkan bahwa awalnya ia didiagnosis dengan enam tulang rusuk patah, tulang selangka patah, tangan patah, dan paru-paru tertusuk. Namun, CT scan lebih detail mengungkap adanya fraktur kecil di leher yang tidak memerlukan operasi, tetapi membutuhkan rehabilitasi dan fisioterapi yang cermat. "Ini tidak memerlukan operasi, tetapi akan memerlukan rehabilitasi dan fisioterapi yang hati-hati ke depannya," ujarnya.

Millroy juga harus menjalani operasi empat jam pada hari Minggu untuk memasang plat pada tulang yang patah. Meskipun demikian, ia telah mulai mengambil langkah pertama di rumah sakit. "Saya melakukan lap pertama saya hari ini sejak kecelakaan, meskipun hanya di sekitar bangsal rumah sakit," tulisnya. Ia berterima kasih kepada tim medis di Shanghai yang telah membantunya bergerak kembali, bahkan pemerintah China mengirimkan dokter-dokter terbaik untuk melakukan assessment.
Namun, kondisi paru-paru kanannya masih menjadi perhatian. Ada kebocoran gas dan cairan ke dalam rongga dada, sehingga ia harus dipasangi pompa drainase. "Kami sedang menunggu paru-paru sembuh sebelum kami dapat mencoba memblokir pompa dan membiarkan paru-paru membersihkan sendiri," jelasnya. Tingkat oksigennya telah stabil dalam 12 jam terakhir, menunjukkan perbaikan yang signifikan.
Secara psikologis, Millroy mengaku berada dalam kondisi yang sulit. "Meskipun ada rasa sakit, frustrasi, rindu anak-anak dan teman-teman di rumah, serta dampak lanjutan pada balapan saya sepanjang tahun ini, saya merasa sangat beruntung berada di sini, bahkan tanpa cedera yang mengubah hidup," ungkapnya. Ia yakin kecelakaan ini akan menghantuinya untuk sementara waktu, tetapi dukungan dari orang-orang terdekat sangat berarti bagi dirinya dan keluarganya.
Insiden ini juga memicu kontroversi di kalangan kompetitor China GT. Beberapa peserta mengundurkan diri sebagai protes terhadap respons kecelakaan, dengan tuduhan lambatnya reaksi marshal di tepi lintasan. Rekaman CCTV telah dirilis untuk memberikan kronologi detail kecelakaan, namun hingga kini belum ada pernyataan resmi dari penyelenggara terkait klaim tersebut.
Bagi Millroy, fokusnya saat ini adalah pemulihan. Meskipun musim balapnya berakhir lebih awal, ia bertekad untuk kembali pulih sepenuhnya. Dukungan moral dari penggemar dan kolega terus mengalir, memberinya semangat untuk melewati masa-masa sulit ini. Kisahnya menjadi pengingat akan risiko yang selalu mengintai dalam dunia motorsport, sekaligus menunjukkan solidaritas yang kuat di antara para pembalap.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!