SPONSORED

Wehrlein Juara Dunia Formula E 2026 Usai Final Gila di London

Notifikasi
Rizaldi Maulana
Rizaldi Maulana
0
Wehrlein Juara Dunia Formula E 2026 Usai Final Gila di London TO NEWS OVERVIEW
Wehrlein Juara Dunia Formula E 2026 Usai Final Gila di London

Pascal Wehrlein mengunci gelar juara dunia Formula E keduanya setelah memenangkan perlombaan yang kacau di E-Prix London, Minggu. Namun, kemenangan itu nyaris meleset setelah serangkaian insiden yang membuat jantung para penggemar Porsche berdebar kencang hingga lap terakhir.

Balapan Penuh Kontak

Sejak lampu hijau padam, perlombaan langsung berlangsung intens. Mahindra yang dikendarai Nyck de Vries dan Edoardo Mortara memimpin di awal, diikuti Wehrlein yang dijaga ketat oleh rekan setimnya, Nico Muller. Pertarungan sengit terjadi di belakang, dengan Mitch Evans terus menekan Muller.

Pada lap kelima, Antonio Felix da Costa melakukan manuver berani dengan mengaktifkan Attack Mode lebih awal untuk melompat ke posisi ketiga. Strategi serupa segera ditiru oleh Wehrlein, tetapi duel keduanya yang agresif justru menguntungkan Taylor Barnard. Da Costa tetap bertahan di depan, sementara Wehrlein harus puas di posisi keempat.

Wehrlein Juara Formula E 2026 Setelah London E-Prix yang Kacau
Baca JugaWehrlein Juara Formula E 2026 Setelah London E-Prix yang Kacau

Insiden terbesar terjadi tiga lap sebelum finis. Wehrlein mencoba menyalip Joel Eriksson, tetapi pembalap asal Swedia itu justru mengalami spin, memblokir laju Wehrlein dan Dennis. Kejadian ini hampir merenggut gelar juara dari tangan Wehrlein, karena Evans yang berada di posisi keempat masih memiliki satu Attack Mode tersisa.

ADVERTISEMENT

Namun, Evans gagal memanfaatkan peluang tersebut. Ia harus puas finis di belakang Wehrlein, yang akhirnya mengamankan gelar dengan keunggulan lima poin di klasemen akhir. Bagi Jaguar, meski Barnard memenangkan balapan, mereka harus menerima kenyataan pahit kehilangan gelar pembalap, namun tetap bisa merayakan kemenangan di klasemen tim.

Dengan hasil ini, Porsche semakin menegaskan dominasinya di Formula E, sementara Jaguar harus puas dengan gelar konstruktor. Musim yang penuh drama ini akhirnya ditutup dengan akhir yang menegangkan, mengingatkan kita semua mengapa Formula E selalu mampu menyajikan kejutan.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU