Max Verstappen dan Red Bull Racing berada dalam situasi kontradiktif terkait potensi penalti mesin menjelang putaran-putaran sisa Formula 1 2026. Setelah Grand Prix Azerbaijan di Sirkuit Jalan Raya Baku, pembalap Belanda itu yakin bahwa ia harus menerima penalti grid karena kehilangan mesin yang digunakan saat kualifikasi. Namun, pandangan tersebut dibantah oleh Principal Tim Red Bull, Laurent Mekies.
Verstappen memasuki sesi kualifikasi Jumat sebagai salah satu kandidat terkuat untuk meraih pole position. Namun, masalah pada unit daya (PU) di Q3 membuatnya hanya mampu mencatatkan waktu putaran tercepat kedelapan dari sepuluh pembalap di sesi shootout. Red Bull kemudian mengisolasi masalah pada PU dan menggantinya dengan konfigurasi baru, tetapi tetap menggunakan komponen dari dalam alokasi yang diizinkan, sehingga ia tidak menerima penalti grid untuk balapan.
Meski demikian, setelah balapan, Verstappen menyatakan keyakinannya bahwa ia akan tetap harus menjalani penalti mesin di salah satu putaran tersisa. "Saya pikir kami harus mengambil penalti mesin," ujar Verstappen. Pernyataan ini bertentangan dengan harapan Mekies yang masih optimistis bahwa tim dapat menyelamatkan mesin kualifikasi Verstappen di Baku.

Mekies menjelaskan bahwa situasinya belum jelas dan akan sangat bergantung pada analisis masalah yang terjadi pada mesin Verstappen saat kualifikasi. "Itu belum jelas," kata Mekies kepada media setelah balapan. "Itu akan sangat bergantung pada analisis kami terhadap masalah yang kami alami dengan mesinnya [di kualifikasi], yang harus kami lepas dari mobil, dan apakah kami dapat menggunakan mesin itu lagi. Berdasarkan itu, kami akan melihat apakah kami bisa bertahan hingga akhir dengan mesin keempatnya [dari pool]."
Terlepas dari masalah tersebut, Verstappen tampil impresif dalam balapan 51 putaran di Baku. Start dari baris keempat, ia dengan cepat masuk ke persaingan podium dan hampir meraih kemenangan pertamanya musim 2026. Pembalap Red Bull itu menempel ketat George Russell sepanjang sepertiga akhir balapan dan akhirnya kalah tipis hanya dengan selisih sepersepuluh detik di garis finis.
Mekies memuji performa Verstappen, menyebutnya "sangat kuat" dan yakin bahwa tanpa masalah pada PU, Verstappen akan bersaing untuk posisi baris depan. "Kami memiliki dua masalah berbeda dengan unit daya, dan itu merugikan kami banyak, tapi itulah adanya. Itu bagian dari permainan," jelasnya. "Sejujurnya, Max sangat, sangat kuat sejak Jumat, dan mungkin akan memperebutkan baris pertama tanpa masalah yang kami alami dengan PU. Tentu saja, memperbaikinya dengan mesin baru memungkinkan kami kembali ke tingkat kompetitif yang kami harapkan."
Formula 1 kini kembali ke Sirkuit Internasional Sepang untuk pertama kalinya sejak 2017 akhir pekan ini untuk Grand Prix Bahrain di Malaysia. Ini bisa menjadi pertanda baik bagi Verstappen yang memenangkan balapan terakhir kali di sana. Namun, bayang-bayang penalti mesin masih menghantui, dan keputusan akhir akan bergantung pada analisis Red Bull terhadap mesin yang bermasalah.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!