SPONSORED

BMW Serie 3: Sostenibilita Tanpa Kompromi di Semua Varian

Notifikasi
Rizaldi Maulana
Rizaldi Maulana
0
BMW Serie 3: Sostenibilita Tanpa Kompromi di Semua Varian
TO NEWS OVERVIEW
BMW Serie 3: Sostenibilita Tanpa Kompromi di Semua Varian

BMW Group kembali menegaskan komitmennya terhadap keberlanjutan dengan memperkenalkan pendekatan holistik pada generasi terbaru BMW Serie 3. Tak tanggung-tanggung, strategi ini diterapkan secara merata, baik pada varian listrik murni maupun model bermesin pembakaran internal. Langkah ini menjadi sinyal jelas bahwa transisi menuju mobilitas ramah lingkungan tidak setengah-setengah.

Dalam siaran resminya, pabrikan asal Munich tersebut mengklaim telah mengoptimalkan berbagai lini untuk menekan jejak karbon di seluruh siklus hidup kendaraan. Mulai dari rantai pasok, proses produksi, fase penggunaan, hingga daur ulang. Semua elemen dirancang untuk memangkas emisi CO2e sejak awal. Menariknya, klaster produksi di Bavaria menjadi tulang punggung upaya ini, dengan pabrik-pabrik di Dingolfing, Landshut, Irlbach-Strasskirchen, dan Munich yang saling terintegrasi.

Dekarbonisasi Menyeluruh

BMW Group menempatkan dekarbonisasi di seluruh rantai pasok sebagai salah satu pilar utama. Fokusnya bukan hanya pada kendaraan itu sendiri, tetapi juga pada bagaimana komponen diproduksi dan didistribusikan. Strategi perusahaan menekankan penggunaan energi terbarukan dan peningkatan porsi material sekunder. Tak hanya itu, inovasi produk dan proses juga menjadi kunci, dan semuanya diterapkan secara konsisten pada semua varian propulsi Serie 3 terbaru.

Ceroil, Solusi Bersihkan Sistem Pembakaran Sebelum Uji Emisi
Baca JugaCeroil, Solusi Bersihkan Sistem Pembakaran Sebelum Uji Emisi

Data internal menunjukkan hasil yang signifikan. Untuk varian i3, emisi CO2e dari rantai pasok berhasil ditekan sekitar 37 persen. Sementara varian bermesin pembakaran mencatat penurunan sekitar 30 persen. Angka ini bukan sekadar klaim, melainkan bukti nyata bahwa pendekatan holistik dapat membuahkan hasil.

ADVERTISEMENT

Inovasi Baterai dan Material Daur Ulang

Salah satu terobosan utama terletak pada teknologi baterai. Sel generasi keenam (Gen6) yang digunakan pada BMW i3 memanfaatkan material sekunder untuk sebagian kobalt, litium, dan nikel. Produksi material anoda dan katoda serta selnya pun menggunakan energi terbarukan. Hasilnya, jejak CO2e per watt-jam berkurang sekitar 33 persen dibandingkan sel Gen5 yang dipakai pada BMW i4.

Penggunaan material daur ulang juga merambah komponen yang menerima beban tinggi. Elemen aluminium untuk sistem suspensi seperti velg, hub pembawa, dan dudukan roda menjadi contohnya. Selain itu, kap mesin dibuat dengan sekitar 70 persen aluminium daur ulang. Secara keseluruhan, pada BMW i3 50 xDrive, sekitar 31 persen kendaraan terdiri dari material sekunder. Sementara pada Serie 3 bermesin termal, porsinya sekitar 25 persen.

Langkah BMW ini sejalan dengan tren industri otomotif global yang semakin menuju elektrifikasi dan produksi berkelanjutan. Formula E misalnya, telah lama menjadi ajang uji coba teknologi ramah lingkungan yang kemudian diadopsi ke kendaraan produksi. Dengan pendekatan holistik ini, BMW tidak hanya berbicara soal performa, tetapi juga tanggung jawab terhadap lingkungan.

ADVERTISEMENT

Bagi konsumen, pilihan varian listrik atau termal kini tak lagi soal emisi, melainkan preferensi gaya berkendara. Keduanya sama-sama membawa semangat keberlanjutan yang sama. Dan itu adalah kabar baik bagi masa depan industri otomotif.

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU