Ott Tanak kembali menjadi sorotan dalam paddock Kejuaraan Reli Dunia setelah memulai kerja sama baru dengan Toyota Gazoo Racing untuk proyek mobil WRC generasi 2027. Kolaborasi tersebut langsung memunculkan spekulasi mengenai kemungkinan comeback penuh waktu Tanak bersama Toyota pada era regulasi baru.
Pada April lalu, Toyota resmi menunjuk Tanak sebagai pembalap penguji dalam pengembangan mobil WRC27. Peran tersebut membuat hubungan antara juara dunia 2019 asal Estonia itu dan Toyota kembali menghangat setelah berpisah usai musim gelar dunianya pada 2019.
Saat ini Tanak sedang menjalani jeda dari kompetisi penuh waktu WRC setelah meninggalkan kejuaraan pada akhir musim lalu. Namun, keterlibatannya dalam proyek teknis Toyota memunculkan indikasi bahwa dirinya masih memiliki ketertarikan terhadap masa depan reli dunia.

Direktur teknis Toyota Tom Fowler mengakui peluang Tanak kembali balapan tetap terbuka, meski semuanya bergantung pada ketertarikan sang pembalap terhadap proyek WRC baru tersebut.
“Pertanyaan pertama adalah apakah Tanak ingin kembali balapan.”
“Saya pikir itu tergantung pada seberapa baik dia mengembangkan mobil tersebut.”
Secara teknis, pengalaman Tanak dianggap sangat penting dalam pengembangan mobil WRC27. Regulasi baru diperkirakan menghadirkan perubahan besar pada karakter mobil, termasuk aerodinamika, distribusi bobot, platform suspensi, dan efisiensi sistem hybrid generasi berikutnya.
Namun, Toyota saat ini juga memiliki salah satu line-up terkuat di WRC. Elfyn Evans, Takamoto Katsuta, Sami Pajari, dan Oliver Solberg semuanya tampil impresif sepanjang awal musim 2026.
Solberg memenangkan Monte Carlo pembuka musim, Katsuta meraih kemenangan pertamanya di Kenya dan Kroasia, sementara Pajari mencatat empat podium beruntun. Situasi tersebut membuat persaingan internal Toyota semakin ketat menjelang era WRC baru.
“Semakin sulit mencari tempat karena pembalap muda kami menunjukkan perkembangan besar musim ini.”
Di sisi lain, masa depan Sebastien Ogier masih belum pasti. Juara dunia asal Prancis itu sebelumnya memberi sinyal bahwa regulasi WRC27 mungkin tidak cukup menarik untuk membuatnya melanjutkan karier setelah musim ini.
Kondisi tersebut dapat membuka ruang bagi Tanak jika Toyota memilih mempertahankan kombinasi pengalaman dan generasi muda dalam proyek jangka panjang menuju regulasi baru Kejuaraan Reli Dunia mulai 2027.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!