Toprak Razgatlioglu mengungkapkan bahwa kesulitannya beradaptasi dengan gaya berkendara time attack menjadi penyebab utama performanya yang masih tertinggal di sesi kualifikasi MotoGP dibandingkan kecepatannya saat balapan.
Pembalap Pramac Yamaha itu kembali menjadi rider Yamaha terbaik pada Sprint MotoGP Ceko setelah finis di posisi ke-11, dua tempat di depan Fabio Quartararo. Namun hasil tersebut kontras dengan performanya di kualifikasi, di mana ia hanya mampu menempati posisi kedua dari belakang.
Menurut Razgatlioglu, masalah utamanya bukan terletak pada kecepatan balapan, melainkan pada ketidakmampuan mengubah pendekatan berkendara saat harus mengejar satu lap tercepat.

"Kualifikasi selalu sangat sulit bagi saya. Saat time attack saya mengendarai motor seperti saat balapan, bukan seperti lap kualifikasi yang sebenarnya. Di situlah masalahnya."
Pembalap Turki itu menjelaskan bahwa selama balapan ia merasa nyaman mengelola ban belakang, menjaga grip, dan mengontrol pengereman. Namun karakter tersebut justru membuatnya kesulitan memaksimalkan performa ban baru untuk satu putaran cepat.
"Dalam balapan saya tahu bagaimana mengelola ban belakang, grip, dan menghentikan motor. Saya selalu berkendara dengan gaya seperti ini. Hanya saja saat time attack saya tidak mudah mengubah gaya berkendara."

Selain masalah kualifikasi, Razgatlioglu juga menyoroti karakter motor Yamaha yang menurutnya masih kurang baik saat memasuki dan melewati tikungan. Ia merasa kehilangan banyak waktu di bagian tengah tikungan karena motor tidak berbelok sesuai keinginannya, sehingga harus menunggu lebih lama sebelum membuka gas.
"Saya tidak senang dengan kemampuan motor saat berbelok karena motor tidak mau berputar. Saya kehilangan banyak waktu di tikungan dan harus menunggu terlalu lama untuk berakselerasi. Jika kami bisa memperbaiki area ini, saya pikir kami bisa membuat langkah besar untuk balapan panjang."
Masalah tersebut juga berdampak pada penggunaan ban belakang. Razgatlioglu mengakui dirinya sering membuka throttle terlalu cepat sehingga ban belakang mengalami spin berlebih, sesuatu yang tidak terlalu merugikan dalam Sprint Race tetapi bisa menjadi faktor penting dalam balapan Grand Prix yang lebih panjang. Karena itu, peningkatan performa saat menikung kini menjadi target utama Yamaha menjelang balapan utama di Brno.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!