Alex Marquez tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya setelah balapan Sprint MotoGP Austria di Red Bull Ring, Sabtu (19/9/2026). Meski finis kelima, pembalap Gresini itu menyebut akhir pekan ini sebagai "nol kesenangan" karena masalah grip belakang yang kembali menghantui Ducati.
"Penderitaan adalah kata untuk akhir pekan kami," ujar Alex. "Menderita dan sulit memahami banyak hal, tapi perasaannya mirip dengan yang kami alami di awal musim di Thailand."
Alex finis sebagai Ducati terbaik kedua di belakang kakaknya, Marc Marquez, yang finis kedua. Namun, hasil ini menjadi yang terburuk bagi Alex sejak crash di MotoGP Jerman Juli lalu. Masalahnya klasik: Ducati kesulitan mendapatkan cengkeraman ban belakang dengan konstruksi ban keras yang terakhir digunakan di Buriram.


"Kami memakai ban yang sama, jadi sepertinya itu tidak banyak membantu," jelas Alex. "Kami perlu terus bekerja. Kami menemukan beberapa hal selangkah demi selangkah, tapi tidak cukup untuk bersaing dengan Aprilia terutama, dan KTM-nya Pedro."
Alex percaya kemampuan Aprilia membawa kecepatan lebih di tikungan membuat RS-GP tidak terlalu bergantung pada traksi belakang saat grip berkurang akibat konstruksi ban yang lebih kaku dan tahan panas. "Sepertinya kami punya motor yang lebih stop-and-go, jadi kami lebih bergantung pada grip belakang yang bagus. Aprilia bisa membawa lebih banyak kecepatan di apex, dan lebih halus dalam membuka gas," paparnya.
Ia pun menyoroti perbedaan karakter motor. "Motor yang berbeda, tapi kami mencoba menyelesaikan masalah ini karena casing ini akan kita jumpai lagi di Malaysia nanti. Indonesia sedikit berbeda, tapi juga sangat mirip."
Ditanya seberapa menyenangkan mengendarai motor dalam kondisi seperti itu, Alex menjawab dengan tegas: "Nol! Dan saya merasa sangat buruk di atas motor. Seperti, oke, saya berbicara dengan diri sendiri hari ini di kualifikasi: 'Kamu tahu cara mengendarai motor atau tidak, Alex?' Kamu tahu? Sulit dimengerti dan sulit dinikmati seperti ini. Di atas motor, kamu hanya menikmati saat kamu cepat. Saat seseorang lebih cepat darimu, kamu menderita. Jadi sebagian besar waktu kamu menderita!"
Selain masalah grip, akhir pekan Alex juga diwarnai dua crash cepat di sesi latihan. Rekan setimnya, Fermin Aldeguer, yang juga naik podium di Austria musim lalu, finis kedelapan di Sprint. Hasil ini menjadi alarm bagi Ducati jelang balapan utama Minggu, di mana mereka harus segera menemukan solusi jika ingin tetap kompetitif di trek yang menuntut traksi tinggi.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!