Advertisement Sportrik
15s

Toprak Razgatlioglu Tertekan di Sprint Brasil 2026

Notifikasi
Toprak Razgatlioglu Tertekan di Sprint Brasil 2026
© Red Bull Content Pool

MotoGP, Sportrik Media - Toprak Razgatlioglu menghadapi Sprint yang sulit pada MotoGP Brasil 2026 di Goiania setelah finis di posisi terakhir bersama rekan setimnya di Pramac Racing, Jack Miller. Keduanya mengalami kendala signifikan pada performa Yamaha V4, terutama terkait grip dan keseimbangan motor sepanjang balapan.

Hasil tersebut kontras dengan performa Fabio Quartararo yang berhasil finis di posisi keenam, menjadi hasil terbaik Yamaha sejauh ini dengan paket motor yang sama. Salah satu faktor pembeda utama adalah pemilihan ban belakang, di mana Razgatlioglu dan Miller menggunakan kompon medium, sementara sebagian besar pembalap memilih soft. Meski demikian, permasalahan tidak hanya terbatas pada ban belakang, karena keduanya juga mengeluhkan performa ban depan keras yang digunakan seluruh grid.

Razgatlioglu kehilangan banyak posisi sejak awal balapan. Setelah memulai dari posisi ke-12 berkat akses langsung ke sesi kualifikasi kedua, ia turun hingga posisi ke-21 akibat masalah saat start.

Aspal Sirkuit Bermasalah, Balapan MotoGP Brasil 2026 Resmi Dipangkas Jadi 23 Lap
Baca JugaAspal Sirkuit Bermasalah, Balapan MotoGP Brasil 2026 Resmi Dipangkas Jadi 23 Lap

“Hari ini sangat sulit dan cukup membuat frustrasi karena beberapa masalah yang kami hadapi tidak mudah dipahami,” ujar Razgatlioglu.

ADVERTISEMENT

“Saat start, saya mengalami masalah yang mirip dengan Thailand, tetapi lebih parah. Ketika melepas kopling, terasa seperti kehilangan tenaga, sehingga start saya buruk dan langsung tertinggal.”

Ia menambahkan bahwa upaya untuk kembali ke posisi lebih baik terhambat oleh kurangnya grip dan ketidakstabilan bagian depan motor, termasuk di lintasan lurus.

“Kami kembali kesulitan dengan grip, dan bahkan di lintasan lurus bagian depan banyak bergerak, membuat saya sulit percaya diri. Dibandingkan kemarin saat feeling jauh lebih baik, kami justru seperti mundur satu langkah.”

ADVERTISEMENT

Sementara itu, Miller yang memulai balapan dari posisi ke-18 sempat berada di depan Razgatlioglu pada fase awal. Namun, ia mengalami masalah serupa terkait understeer dan keseimbangan motor, sebelum akhirnya kembali disalip oleh rekan setimnya. Keduanya kemudian dilewati oleh Franco Morbidelli dan Enea Bastianini, sehingga finis di dua posisi terakhir.

“Sejak awal balapan memang sudah terasa sulit,” kata Miller.

“Masalah utama adalah understeer yang cukup kuat, dan secara keseluruhan keseimbangan motor tidak sesuai harapan. Feeling dengan ban depan tidak ideal, dan ketika mencoba meningkatkan kecepatan, terasa seperti akan mengunci.”

ADVERTISEMENT

Direktur tim Pramac, Gino Borsoi, mengonfirmasi bahwa balapan berjalan jauh dari ekspektasi. Ia menyoroti kombinasi masalah grip depan dan belakang, serta strategi ban yang tidak memberikan keuntungan signifikan.

“Itu balapan yang sangat sulit. Toprak tidak melakukan start dengan baik, dan kami perlu memahami penyebabnya. Kedua pembalap melaporkan kurangnya grip, baik di depan maupun di belakang, dan itu perlu dianalisis secara menyeluruh,” ujar Borsoi.

“Pilihan ban dibuat dengan mempertimbangkan balapan utama, tetapi dalam kondisi ini medium bukan pilihan terbaik. Mungkin dengan soft situasinya sedikit lebih baik, tetapi tidak akan mengubah hasil secara signifikan.”

ADVERTISEMENT

Selain itu, Yamaha V4 juga masih tertinggal dalam hal kecepatan puncak. Razgatlioglu mencatat kecepatan maksimum 337,5 km/jam, menjadi yang terendah di antara seluruh pembalap, dibandingkan 348,3 km/jam yang dicapai Marc Marquez dengan Ducati.

Perbedaan ini menegaskan bahwa selain masalah grip dan keseimbangan, aspek performa mesin juga masih menjadi pekerjaan rumah bagi Yamaha dan Pramac. Data dari Sprint menjadi dasar penting untuk evaluasi teknis menjelang balapan utama.

Miller menilai bahwa peluang hujan pada balapan hari Minggu dapat menjadi faktor yang membantu dalam jangka pendek, meskipun ia menegaskan bahwa target utama tetap meningkatkan performa di kondisi kering.

ADVERTISEMENT

“Kami melihat kemungkinan hujan, dan itu mungkin membantu dalam jangka pendek. Namun target kami tetap untuk kompetitif di semua kondisi, terutama saat lintasan kering,” kata Miller.

Dengan berbagai kendala yang muncul di Sprint, Pramac Racing kini fokus pada analisis data secara menyeluruh. Tim berupaya menemukan solusi terkait keseimbangan motor, performa ban, serta karakteristik start guna meningkatkan hasil pada balapan utama MotoGP Brasil 2026.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Proses masuk cepat, aman, dan tanpa ribet.

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Live Commentary / Indonesia Live Komentar

LIVE NOW

WRC 2026, Analisis & Rumor Hangat

TONTON SEKARANG
RECOMMENDED FOR YOU