SPONSORED

Jorge Martin Puji Pedro Acosta: Pengereman Liar, Ancaman Juara

Notifikasi
Arya Okta
Arya Okta
0
Jorge Martin Puji Pedro Acosta: Pengereman Liar, Ancaman Juara
TO NEWS OVERVIEW
Martin: Acosta was “braking like an animal” © Gold and Goose

Jorge Martin harus mengakui keunggulan Pedro Acosta pada MotoGP Austria di Red Bull Ring, Minggu (17/8). Meski memimpin delapan lap pembuka, pembalap Aprilia itu tak mampu membendung laju ganas Acosta yang akhirnya merebut kemenangan perdananya di kelas utama. Martin finis kedua dengan selisih 1,017 detik.

Bagi Martin, kekalahan ini terasa pahit setelah sehari sebelumnya ia menang Sprint usai Acosta melakukan kesalahan di akhir balapan. Namun di grand prix, Acosta tampil tanpa cela. "Saya pikir hari ini Pedro bertarung untuk sesuatu yang lebih dari sekadar kemenangan setelah penantian panjang," ujar Martin. "Tentu saja selamat untuk Pedro. Kemenangan pertama rasanya luar biasa."

Ketika ditanya di mana Acosta memiliki keunggulan, Martin menjawab dengan gamblang: "Di tikungan ketiga dia mengerem seperti binatang! Dia membuat langkah besar di sana. Juga di tikungan lima. Di sisa lintasan kami cukup mirip, tapi di sektor kedua dia luar biasa. Pertarungan yang menyenangkan dan bagus bisa berada di podium bersamanya."

Marc Marquez Ungkap Masalah Rem Depan di MotoGP Austria
Baca JugaMarc Marquez Ungkap Masalah Rem Depan di MotoGP Austria

Meski gagal menang, Martin tetap merebut kembali pimpinan klasemen MotoGP dengan keunggulan 12 poin atas Marc Marquez yang finis kelima. "Saya pikir kepemimpinan itu datang dan pergi. Saya tidak terlalu memikirkannya," tegasnya. "Ini pertarungan besar. Jika Pedro terus menang seperti akhir pekan ini dengan dominasi seperti ini, saya pikir dia bahkan ikut dalam perebutan gelar. Jadi tur Asia akan menarik."

ADVERTISEMENT

Acosta kini berada di peringkat keempat klasemen, terpaut 72 poin dari Martin, menjelang putaran pembuka di Jepang. Dengan performa impresifnya, Acosta bisa menjadi ancaman nyata bagi Martin dan Marquez. "Kami akan mencoba menyamai kecepatan yang saya miliki di sini. Jika saya punya kecepatan ini, saya pikir saya akan bertarung," tambah Martin. "Tentu ada balapan di mana saya kesulitan dan kami sedikit tertinggal. Itu bagian dari permainan. Tapi saya merasa kuat dan kami bisa memiliki level bagus di sisa musim."

Pujian Martin terhadap Acosta menunjukkan sportivitas tinggi. Ia menyadari bahwa Acosta bukan lagi pembalap yang bisa dianggap remeh. Dengan kemenangan perdanya, Acosta membuktikan bahwa ia mampu bersaing di level teratas. Kini, perhatian beralih ke seri Asia yang akan menjadi ujian bagi ketiganya.

Bagi Martin, fokusnya adalah mempertahankan konsistensi. Ia yakin Aprilia RS-GP miliknya kompetitif di berbagai sirkuit. "Saya merasa kuat dan kami bisa memiliki level bagus di sisa musim," pungkasnya. Sementara Acosta, dengan modal kemenangan ini, akan berusaha mengejar ketertinggalan poin. Persaingan gelar juara MotoGP 2025 semakin memanas.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU